STIKES Mitra Husada Karanganyar Undang Bambang Eka Purnama Untuk Paparkan Smart Health di Stadium General

Karanganyar – STKIES Mitra Husada Karanganyar yang merupakan satu – satunya Perguruan Tinggi kesehatan di Karanganyar tahun ini menambah 1 lagi program studi D4 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Tentu ini membawa angin segar bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.

Berlokasi di Pendopo Kabupaten Karanganyar Rohmadi,M.Kom yang merupakan ketua panitia melaporkan bahwa tahun ini menjadi sangat spesial karena program studi bidan masih tetap terjaga dan ada 28 mahasiswa, dikatakan spesial karena kampus lainnya sudah habis. Dan ada tambahan program studi D4 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang masih langka di Indonesia. Jumlah peserta semuanya adalah 28 mahasiswa baru D3 Kebidanan, 131 mahasiswa baru D3 Rekam medis managemen informasi kesehatan, 24 mahasiswa baru D4 Managemen informasi Kesehatan dan D4 Keperawatan. Rohmadi menambahkan bahwa orientasi studi ini menjadi penting karena untuk mengenalkan mahasswa pada lingkungan kampus, sistem pendidikan sehingga mahasiswa menjadi siap dan mengerti apa yang akan dilakukannya selama studi dan memounyai gambaran saat lulus nanti.

Fitria Hayu Palupi, SST, M.Kes selaku ketua STIKes Mitra Husada memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk belajar jujur, disiplin dan peduli kepada lingkungannya agar dalam menjalani studi selalu mendapat respon baik dari lingkungannya.

Dr Putu Suriyasa, MS, PKK, SP OK selaku ketua Yayasan membuka Stadium General dengan mengambil tema Smart Healt. Dalam sambutannya Dr. Putu memaparkan bawha Yayasan Mitra Husada sudah melengkapi dengan berbagai persayaratn administrasi agar sehat dalam manajemen pendidikan tinggi. Dr Putu Suriyasa, MS, PKK, SP OK berpesan dalam sambutannya bahwa mahasiswa ini adalah masyarakat ilmiah yang tata laku dan pikiranya harus ilmiah juga, artinya segala sesuatu harus mempunyai fakta. Capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai nilai agama dan kebangsaan.

Berpusat pada mahasiswa menunjukan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian mencari dan menemukan pengetahuan tutur dr Putu Suriyasa, MS, PKK, SP OK membuka acara stadium general.

Bambang Eka Purnama selaku pembicara utama memaparkan bahwa salah satu penerapan SmartCity adalah pada dunia kesehatan yang disebut Smart Healt. Saat ini jika kita datang di balai pengobatan maka akan ditanay apakah sudah pernah datang ataukah belum. Jika sudah maka jatidiri apsien akan dicari di rak penyimpanan berkas. Tentu akan memakan waktu apalagi jika penyimpanannya sudah penuh. Dengan menggunakan Teknologi Informasi maka pencarian bisa dilakukan dengan cepat. Dengan Smart city akan banyak mebawa dampak. Dampak posisitnya adalah pelayanan akan menjadi lebih baik namun bisa jadi dampak negatifnya adalah akan terjadi pengangguran karena tertangani secara aplikatif.

Bupati Karanganyar Yuliatmono yang seyogyanya dijadwalkan hadir, namun karena ada kepentingan dengan dewan maka urung dan digantikan oleh Drs. Samsi, M.Si. Dalam paparannya Samsi mengatakan bawwa kunci sukses adalah Berani bermimpi, berkata dan bertindak untuk mewujudkan mimpinya. Samsi sangat bangga memiliki Kampus STIKES Mitra Husada karanganyar dan Bambang. Samsi berharap bisa bersama membangun Karanganyar untuk menjadi lebih baik lagi.

Saat ditanya media Bambang mengatakan kunci keberhasilan Smart City adalah kebersamaa, inovasi dan keberlangsungan yang berpusat pada masyarakat dan lingkungan. Karena 60% nya keberhasilan Smart City adalah masalah perilaku dan bukan Teknologi semata tutur Bambang kepada media.

Related posts