Perlunya Transformasi Kampus ke Literasi Digital di Era Disruptif dan Revolusi Industri 4.0

Yogyakarta – AMIK dan AKPAR BSI Yogyakarta Mengadakan seminar digination dengan tema “Transformasi Kampus ke Literasi Digital” (Rabu, 1/8/2018) bertempat di wisma BSI Yogyakarta. Peserta seminar kali ini terdiri dari dosen AMIK dan AKPAR BSI Yogyakarta, beberapa pimpinan perguruan tinggi di Yogyakarta, dan para mahasiswa. Pada seminar kali ini menghadirkan dua narasumber  yaitu Bapak Dr. Mochamad Wahyudi, M.M, M.Kom, M.Pd yang membahas tentang kebutuhan literasi digital dalam dunia pendidikan di era disruptif. Sedangkan narasumber yang kedua yaitu Bapak Suharyanto, M.Kom yang membahas tentang skill yang harus dimiliki mahasiswa dalam persaingan dunia kerja di era disruptif saat ini.

“Diadakannya kegiatan seminar ini diharapkan pihak dosen maupun mahasiswa siap menghadapi era disruptif dan revolusi industri 4.0 yang sedang terjadi saat ini dengan transformasi kampus ke literasi digital sehingga dapat menciptkan sistem pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini sehingga dapat menciptkan lulusan yang kompeten” kata Bapak Naba Aji selaku BPH Yayasan BSI dalam sambutannya.

“Inovasi dalam pembelajaran di pendidikan tinggi sangat diperlukan pada revolusi industri 4.0 saat ini seperti pengembagan sistem pembelajaran e-learning maupun blended learning dan penerapan literasi digital.  Akan tetapi dalam rangka implementasi sistem pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi tersebut harus ada  sinergi yang baik antara dosen, mahasiswa, dan pihak manajemen pengelolaan perguruan tinggi. “ kata Dr. Mochamad. Wahyudi dalam paparan seminarnya.

Narasumber kedua Bapak Suharyanto dalam seminarnya menyampaikan “Mahasiswa harus mempunyai beberapa skill seperti complex problem solving, social skill, process skill, system skill, dan cognitive skill.  Lulusan yang kompetitif sangat diperlukan karena nantinya lulusan perguruan tinggi tidak hanya bersaing dengan sesama lulusan perguruan tinggi, tetapi mereka juga bersaing dengan teknologi. Untuk itulah kemampuan seperti social skill yang di dalamnya kemampuan berkoordinasi, bernegosiasi, mentoring, maupun emotional intelligent sangat diperlukan karena kemampuan-kemampuan seperti itu yang tidak belum bisa digantikan oleh teknologi”.

Related posts