Melongok Pabrik Gula Colomadu Karanganyar yg Sekarang Disulap Menjadi Tempat Pariwisata Modern

Karanganyar – Kabupaten Karanganyar selama ini dikenal memiliki tempat pariwisata yang cukup banyak selain Grojogan Sewu Tawangmangu, Air terjun Jumog, Candi Cetho,  Taman Balekambang Tawangmangu, Kemuning, Taman Hutan Raya (tahura), Candi Sukuh dan sebagainya. Jumlah tempat wisata tersebut oleh pemerintah kabupaten Karanganyar terus ditata, dikemas sedemikian rupa agar keberadaannya dari hari ke hari terus menarik bagi para pelancong lokal maupun mancanegara. Tempat pariwisata tersebut selain dikemas sesuai selera masyarakat juga memiliki arti dan makna sejarah peradaban di kabupaaten Karanganyar, Bupati Karanganyar Yuliatmono terus mempublikasikan tempat pariwisata tersebut agar menjadi icon kabupaten yang dikenal memiliki cuaca dingin ini. Dari beberapa tempat pariwisata tersebut ada salah satu yang sekarang sedang dibangun dan keberadaannya boleh dikata hampir selesai yaitu Pabrik Gula di Colomadu. Dulu Pabrik Gula ini dikenal sebagai Pabrik Gula biasa namun sekarang telah dibangun dan memiliki sejarah dan dikolaborasi dengan perkembangan jaman. Tentang Pabrik Gula yang setiap hari minggu dan hari libur terus dikunjungi oleh para wisatawan.

Bisakah pabrik gula dipoles untuk menjadi destinasi wisata? Jawabannya, bisa! Datanglah ke Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Di Jalan Adi Sucipto, sekitar 10 menit dari Bandara Adi Soemarmo, Anda akan menemukan Pabrik Gula Colomadu yang telah direvitalisasi menjadi tempat wisata dan kawasan komersial. De Tjolomadoe Awalnya bernama Pabrik Gula Colomadu. Didirikan tahun 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV. Tahun 1928, pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur. Tahun 2017 PT PP (Persero) Tbk, PT. PP Properti Tbk, PT. Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT. Jasa Marga Properti membentuk Joint Venture dengan nama PT. Sinergi Colomadu untuk melaksanakan konstruksi revitalisasi dengan mengikuti kaidah cagar budaya. “Sekitar 20 tahun pabrik gula ini berhenti beroperasi dan kondisinya lantas terbengkalai,” kata Edison Suardi selaku GM Konstruksi PT. Sinergi Colomadu, Kamis (22/3/2018). Edison menuturkan kesulitannya mencari blue print PG Colomadu. Bahkan, untuk mencari foto-foto PG Colomadu, pihaknya berburu hingga Leiden, Belanda. “Hasilnya, kita hanya menemukan 2-3 foto,” katanya. Namun hal ini tidak menyurutkan PT Sinergi Colomadu untuk merevitalisasi Pabrik Gula Colomadu menjadi sebuah tempat wisata sekaligus sebagai kawasan bisnis.

Menurut Edison, ground breaking dilakukan 8 April 2017. Studi kelayakan melibatkan berbagai pakar di bidang arsitektur, sejarah, dan budaya untuk mengubah pabrik gula yang terbengkalai itu menjadi kawasan yang layak dikunjungi wisatawan dan sekaligus menjadikannya sebagai kawasan komersial. Bekas bangunan PG Colomadu seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha itu mulai direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis yang ada. Mesin-mesin raksasa pabrik gula dipertahankan untuk memberikan wawasan sejarah bagi pengunjung. Bintik-bintik karat di mesin giling mengajak pengunjung menerawang ke masa lampau.  Selain museum, lanjut Edison, De Tjolomadoe juga memiliki venue tersebut nantinya terdiri dari sejumlah ruangan yang diberi nama dengan nama asli ruangan saat menjadi PG Colomadu. “Seperti Stasiun Gilingan yang akan difungsikan sebagai Museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area F&B, Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft, Besali Café sebagai F&B, Tjolomadoe Hall atau concert hall, dan Sarkara Hall sebagai multi-function hall,” kata Edison.

Peresmian dilakukan Sabtu (24/3/2018) di mana digelar konser musik dengan menghadirkan David Foster & Friends di Tjolomadoe Hall. “Tempat ini mampu menampung hingga 3.000 orang,” kata Edison.Memasuki bangunan De Tjolomadoe, wisatawan akan melihat langsung bagaimana kondisi pabrik gula dengan mesin-mesin buatan Jerman yang masih bertahan. Tersedia pula tempat pameran serta kafe. Suasana pabrik gula tetap dipertahankan. Dijamin pengunjung atau wisatawan merasa nyaman berada di De Tjolomadoe dengan atap yang tinggi dan dilengkapi penyejuk ruangan itu. Ke depan, PT. Sinergi Colomadu menggandeng berbagai pihak seperti Asita dan Dinas Pariwisata untuk menggelar berbagai kegiatan wisata di De Tjolomadoe.

Tak tertutup kemungkinan, lanjut Edison, wisatawan kapal pesiar ketika tiba di Semarang langsung menuju De Tjolomadoe. “Atau wisman yang sudah mengunjungi Candi Borobudur, Candi Prambanan digiring menuju pabrik gula ini,” katanya. Linda Gustina, selaku Direktur Komersial PT. PP Properti Tbk dalam siaran persnya mengatakan kawasan De Tjolomadoe sanggup menjadi destinasi wisata baru di Karanganyar yang juga dapat mengembangkan aspek seni, heritage, dan pariwisata di Solo Raya serta meningkatkan produktivitas ekonomi daerah. #dbs/ggl/Tiyar/Aria/r.

Related posts