Manifestasi Perjuangan Masyarakat Batuwarno di Era Millenal melalui Pasar Rakyat.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73, tahun ini masyarakat Batuwarno kembali menyelenggarakan Pasar Rakyat pada tanggal 9 sampai dengan 11 Agustus 2018. Kegiatan ini sudah dilaksanakan untuk yang keenam kalinya sebagai salah satu wujud kebahagiaan dalam menyambut HUT Kemerdekaan dan manifestasi kecil perjuangan mengisi kemerdekaan.
Kegiatan ini bermula dari suatu amanah yang diberikan kepada pemuda Batuwarno sebagai panitia Seksi Seni Budaya dan karnaval Kecamatan Batuwarno. Dari berbagai pertimbangan, terwujudlah sebuah ide untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan yang tidak hanya berupa hiburan, dan unik, namun juga mampu mengangkat potensi masyarakat Batuwarno. Pelaksanaan Pasar Rakyat dilaksanakan selama tiga hari dengan kegiatan berupa lomba, pentas seni, penjualan dan pameran produk lokal, dan berbagai kegiatan lainnya.
Setiap tahun panitia selalu berusaha untuk melakukan perbaikan, karena selalu diperoleh ilmu dan pengalaman baru setiap tahunnya. Yang membedakan dengan tahun-tahun sebelumnya tahun ini untuk pertama kalinya direncanakan Bapak Bupati Wonogiri berkenan untuk membuka acara Pasar Rakyat pada hari Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 19.30 WIB. Yang membedakan dengan tahun sebelumnya, pasar rakyat tahun ini kegiatan lebih variatif, akan ditampilkan Reog Singo Rojo Papat dan Reog Cilik, pesta makan krowotan dan minum jamu sebagai minuman khas tradisional Wonogiri bersama Bapak Bupati, pemutaran film karya filmmaker Batuwarno juara 1 Nasional, penataan panggung yang benuanuansa tradisional-modern, dan berbagai kegiatan lain yang tidak hanya bermuatan hiburan, namun diharapkan juga mampu memberi inspirasi dan edukasi. Kemasan kegiatan tersebut diharapkan sebagai feedback positif terhadap tema yang diberikan dari pemerintah tahun ini.
Kegiatan pasar rakyat adalah sinergitas antara bidang seni, edukasi, olahraga, sosial, dan ekonomi. Pentas seni reog, band, pemutaran film, dan orkes melayu merupakan kegiatan di bidang seni. Lomba mewarnai dan parade marching band merupakan kegiatan di bidang edukasi. Gerak jalan, senam,
turnamen bola voli, dan lomba gobak sodor di bidang olahraga. Donor darah merupakan kegiatan sosial. Semua kegiatan tersebut dikemas dengan pasar rakyat yang merupakan kegiatan di bidang ekonomi. Untuk melatih masyarakat dalam memberikan inspirasi dan edukasi diputar salah satu karya pemuda Batuwarno berjudul PLES (juara 1 Tingkat Nasional Festival Film Pendek Epsilon) dan Eksotisme Wonogiri (Juara Favorit 1 Festival Film Sesarengan Mbangun Wonogiri).
Bapak Joko Sutopo selaku Bupati Wonogiri berkenan membuka Pasar Rakyat pada hari Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 19.30 WIB. Ketika Bapak Joko Sutopo memasuki gapura, grup musik tradisional kothekan membawakan lagu bertema sambutan kepada Bapak Bupati. Setibanya di tempat duduk Tari Gambyong dari SMP Negeri 1 Batuwarno naik ke panggung. Setelah Bapak Bupati membuka dan memberi sambutan ditampilkan film PLES, kemudian layar di depan panggung ditarik ke atas, di atas panggung telah dimainkan lagu bergenre campursari ciptaan pemuda Batuwarno berjudul Wonogiri. Kemudian pesta kembang api dilanjutkan pentas seni tari, musik tradisional lesung, dan reog. Sebelum Bapak Bupati meninggalkan Pasar rakyat, panitia memberikan kenang-kenangan berupa blangkon, kaos, film, buku, dan gambar yang semuanya merupakan hasil karya pemuda Batuwarno.
Sudah dua tahun ini panitia pasar rakyat berinisiatif untuk mencari tambahan dana dengan cara yang tidak lazim, yaitu dengan menjual kaos beridentitas Batuwarno. Hasil penjualan 100% digunakan untuk memenuhi kekurangan dana. Kaos terjual kurang lebih 500 kaos. Demikianlah, Pasar Rakyat Batuwarno tidak hanya sekedar kegiatan hiburan biasa, namun terdapat beberapa kekuatan di dalamnya. Wujud nyata persatuan, kreatifitas, nasionalisme, dan pengabdian pemuda untuk kecamatan Batuwarno, untuk Indonesia tercinta.

Related posts