KESUKSESAN PELUNCURAN SATELIT MERAH PUTIH KADO UNTUK NEGERI DI KEMERDEKAANNYA YANG KE 73

Selasa (7/8/2018) pukul 12.18 WIB, Satelit Merah Putih atau Telkom 4 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sukses diluncurkan ke luar angkasa dari lokasi peluncuran di Cape Canaveral Air Force Station, Florida, Amerika Serikat (AS).
Satelit Merah Putih dibuat oleh perusahaan pembuat satelit komersial dan perangkat antariksa asal Amerika, Space System Loral (SSL). Satelit yang dibangun sejak awal 2016 ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun dan dibangun menggunakan teknologi Fiber Optic Gyro, sehingga memiliki kestabilan lebih tinggi.
Satelit ini akan diterbangkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX. Satelit milik Telkom tersebut, diketahui lepas dari roket yang membawanya di ketinggian 500 kilometer dengan kecepatan 33.920 kilometer per jam. Roket ini terdiri dari 3 komponen, yaitu step 1, step 2, dan fairing, Satelit yang memiliki bobot 5.800 kilogram ini, akan menggantikan Telkom-1 yang sudah mengorbit selama 18 tahun sejak diluncurkan pada 1999.
Satelit ini membawa 60 transponder aktif. Ke-60 transponder ini terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Satelit ini akan berperan penting dalam menghadirkan layanan komunikasi broadband di area-area yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi fiber optic maupun sistem komunikasi lainnya. Dengan adanya Satelit Merah Putih ini akan menambah jumlah transponder milik Telkom dari 73 menjadi 133 transponder.
Investasi untuk Satelit Merah Putih itu sendiri sekitar US$ juta 166 atau sekitar Rp 2,4 triliun. terhitung lebih hemat, 60 persen. Hal itu dimungkinkan karena roket tersebut memanfaatkan teknologi terkini dari SpaceX Block 5, booster dari Falcon 9 yang ditargetkan dapat dapat dipakai kembali untuk terbang bolak-balik hingga 10 kali, bahkan 100 kali.
Proses peluncuran Satelit Merah Putih dimulai dari startup, liftoff, entry burn, landing burn, second engine cutoff, stage 1 landing, second engine startup, second engine cutoff, hingga proses deploy. Satelit Merah Putih setidaknya membutuhkan waktu sekitar 11 hari untuk tiba di orbit 108 BT, kurang lebih pada 18 Agustus. Setelah tiba di orbit, Satelit ini masih perlu dilakukan serangkaian tes untuk menguji fungsi satelit selama 25 hari.
Usai mengantarkan Satelit Merah Putih ke angkasa, roket ini berhasil mendarat dengan selamat di Bumi, tepatnya di landasan “Of Course I Still Love You” di Samudra Pasifik. Landasan “Of Course I Still Love You” merupakan landasan Drone Ship atau platform yang mengambang di atas air. Tujuan diadakannya landasan tersebut untuk menghemat bahan bakar roket saat mendarat. Peluncuran Satelit Merah Putih tersebut disiarkan secara langsung pada pukul 12.00 WIB di salah satu website video online dan banyak masyarakat yang telah menontonnya.(Dbs/Ggl/Fika/R)

Related posts