Pentingnya Pengembangan Bakat Sejak Dini Bagi Peserta Didik

Beberapa pekan lalu, team majalah didik berbincang-bincang dengan tamu kita yang sudah tidak asing lagi. Beliau pakar pendidikan,sekaligus praktisi dan motivator bidang potensipreneur, pengembangan & pendeteksian bakat, pengembangan SDM & IESQ sekaligus Direktur dari Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dr.H.Suranto.ST. MM.

Dari hasil perbincangan yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa mendeteksi bakat sejak usia dini sangatlah penting. Seseorang sejak lahir telah dikaruniai kelebihan oleh Sang Maha Pencipta, tentu memiliki bakat dan keunikan tersendiri. Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang yang berasal dari dalam dirinya sendiri yang mana bisa diturunkan dari orang tuanya atau juga secara alami yang dimiliki seseorang. Dapat dikelompokkan (akademik sukses-bakat sukses, akademik sukses-bakat kurang sukses, akademik kurang sukses-bakat sukses, akademik kurang sukses-bakat kurang sukses). Kita berharap dan berdoa semoga semua generasi kita bisa memiliki kesuksesan baik akademik maupun bakatnya. Menurut Kak Seto (Seto Mulyadi, 2008) bahwa bakat yaitu suatu kemampuan bawaan pada tiap anak yang masing-masing saling berbeda. Setiap anak adalah unik dengan bakatnya masing-masing. Marwah Daud Ibrahim (2010) mengatakan sangatlah bermanfaat jika sejak usia dini pendidikan anak disesuaikan dengan bakat dan minatnya. Oleh karena itu sejak dini dapat melakukan pendeteksian bakat anak dan dapat menyekolahkan anak-anak pada tempat yang tepat. Pendidikan akan banyak diminati jika unggul, baik dalam pembentukan karakter, academic atmosfer, akademik (knowledge), skill, attitude dan mampu menggali potensi atau bakat peserta didiknya, bukan hanya akademik semata.  Menurut Cony Setiawan (2005), bahwa bakat adalah kemampuan inherent dalam diri seseorang yang dibawa sejak lahir dan terkait struktur otak.

Banyak cara untuk meningkatkan kemampuan akademik anak dengan menambah jam belajar, atau motivasi anak secara intensif. Hal itu baik dilakukan, tetapi ada baiknya pula dan perlu dikaji apa saja yang diminati, dimiliki dalam kemampuan diri anak, hal ini dapat dilakukan melalui pendeteksian bakat. Kenali bahasa cinta, sumber motivasi anak, potensi akademik, gaya kerja dan gaya komunikasi, hal ini penting untuk diketahui orang tua. Mengenali bakat memang sangat sulit, sering fokus pada kelemahan, padahal kelemahan tidak akan bisa menghasilkan prestasi yang sangat tinggi. Kelemahan bahkan bisa menurunkan kepercayaan diri, bukan dominan pendorong motivasi, bahkan cenderung penyumbang stress. Lebih baik gunakan kelemahan sebagai pelengkap, kerjasama team, partnership, delegasi atau alat bantu. Kelebihan yang dimiliki jadikan kekuatan, terus dan diasah, diaktualisasikan sehingga akan melahirkan 4E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn).

Related posts