Dra. Tri Silawati, M.Si Pengawas SMA BP2MK Profinsi Jawa Tengah (Tanggapan Guru yang Sering Kasih PR) PRO KONTRA GURU YANG SERING KASIH PR ITU HAL BIASA

Guru dalam mengajar dituntut untuk bisa memberikan penjabaran dibidang study yang dimaksud terhadap para muridnya. Guru harus lihai, cerdas, dan bisa membaca situasi didalam ruang kelas dengan maksud dan tujuan agar apa yang disampaikan bisa diserap oleh para peserta didiknya. Menanggapi apa yang telah disampaikan olek pak Thoyibun mantan kepala SMK N 4 Surakarta mengenai “Guru yang sering memberi PR pada murid pertanda guru malas”. Hal itu menurut saya sah – sah saja, namun dalam kesempatan ini melalui majalah didik mohon izin saya juga ikut menanggapi dan pendapat saya ini sifatnya ditengah – tengah tidak Pro kanan dan tidak pro kiri. Ada dua hal yang perlu saya sampaikan dalam kesempatan ini. Yang pertama “ Memang guru membelajarkan kerja mandiri dan menggali kemampuan, menyelesaikan masalah pada peserta didik sehingga mampu menganalisis , mengkreasi dan menciptakan hal yang baru dan kedua bisa jadi pertanda guru tidak siap dalam hal memberikan materi secara mandiri di kelas. Bukan guru malas”.

Guru dalam pepatah jawa digugu dan ditiru artinya segala apa yang dikatakan guru harus dijalankan secara baik dan menjadi suri tauladan dalam perjalanan kehidupan para siswa. Mengenal ibu Tri Silawati wanita yang jika berpicara nampak halus ini ternyata memiliki track record atau karier yang cukup membanggakan, betapa tidak? Mantan guru SMA N 4 Surakarta kepada majalah didik.

Wanita yang lahir di Surakarta 6 November 1959 yang memiliki nama Dra. Tri Silawati, M.Si dan biasanya dipanggil dengan sebutan ibu Sisil. Awal karirnya saya dimulai sejak tahun 1981 di SMEA Kristen Panggung Selama 6 tahun, SMA Widya Wacana 7 tahun dan Regina Pacis 17 tahun dan terakhir tahun 2012 saya menjadi guru di Sma N 4 Surakarta.

Ditahun 2012 saya diangkat menjadi pengawas SMA se Surakarta. 2014 dan 2015 saya mendapatkan Juara 1 sebagai pengawas SMA berprestasi tingkat kota Surakarta. Setelah menjadi pengawas tingkat daerah tahun 2017 saya menjadi pengawas SMA tingkat Profinsi Jawa Tengah. Pengawas SMA profinsi Jawa Tengah ditempatkan di BP2MK Wilayah III. Ketika menjadi pengawas profinsi saya juga menyabet pengawas berprestasi dan mendapat juara 3 dalam tingkat profinsi Jawa Tengah. Saat menjadi pengawas tingkat profinsi saya adalah satu – satunya perempuan dari ke 28 pengawas se BP2MK wilayah III.

Lebih lanjut bu Sisil (panggilan akrab) menjelaskan tentang riwayat pendidikanya:

TK Karangdowo Klaten.

SD Karangdowo Klaten.

SMP Karangdowo Klaten.

SMA N 2 Surakarta Lulus tahun 1977.

S1 Biologi UNS Lulus Tahun 1983.

S2 Ilmu Lingkungan Lulus Tahun 2001.

Asesor BAN untuk jenjang SMK.

Master Trainer LPPKS Indonesia.

Sebentar lagi kita memasuki bulan yang sangat sakral bagi perjalanan sejarah kehidupan kaum wanita yaitu 21 April dan 2 Mei sebagai HARDIKNAS. Seperti kita ketahui bersama 21 April merupakan hari Kartini sedangkan 2 Mei merupakan hari Pendidikan Nasional tentunya bangsa Indonesia khususnya kaum wanita dan para pendidik serta para siswa, serta kalangan pendidikan di Indonesia akan mengenang serta merenungi dua hari besar yang sangat bersejarah tersebut. Kesimpulanya adalah peran wanita di era modern jangan ada lagi diskriminasi kemudian pendidikan di Indonesia maju dan berkembang itu adalah harga mati atau disebut slogan yang tidak bisa ditawar lagi. Itu saja menurut saya yang harus digaris bawahi oleh bangsa Indonesia. (Apsari Siska / R).

Related posts