Tim Paduan Suara Sma Kristen 1 Surakarta – Patriotisme, Religius Dan Generasi Muda

Solo – Paduan Suara ( Padus ) adalah penggabungan dua suara atau lebih yang membentuk satu kesatuan  yang harmonis. Tim Paduan Suara SMA KRISTEN 1 SURAKARTA selain menyuarakan suara yang indah dan harmonis, juga menyuarakan nasionalisme, patriotisme, religius dan budaya khas Indonesia khususnya budaya Sunda. Inilah yang dilakukan oleh Tim Padus SMA KRISTEN 1 SURAKARTA dalam rangka pembentukan karakter akhlak mulia pada anak bangsa, khususnya peserta didik SMA KRISTEN 1 SURAKARTA

Paduan suara atau kor (dari bahasa Belanda, koor) merupakan istilah yang merujuk kepada ensembel musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara (bahasa Inggris: part, bahasa Jerman: Stimme). Dalam pengertian ini, paduan suara juga mencakup kelompok vokal (vocal group), walaupun kadang kedua istilah ini saling dibedakan.

Suatu penampilan Paduan suara biasanya dipimpin oleh seorang dirigen (gitapati) atau choirmaster yang umumnya sekaligus adalah pelatih paduan suara tersebut. Umumnya paduan suara terdiri atas empat bagian suara (misalnya sopran, alto, tenor, dan bas), walaupun dapat dikatakan bahwa tidak ada batasan jumlah suara yang terdapat dalam paduan suara. Selain empat suara, jumlah jenis suara yang paling lazim dalam paduan suara adalah tiga, lima, enam, dan delapan. Bila menyanyi dengan satu suara, paduan suara tersebut diistilahkan menyanyi secara unisono.

Kelompok paduan suara dapat bernyanyi dengan atau tanpa iringan alat musik. Bernyanyi tanpa iringan alat musik biasanya disebut sebagai bernyanyi acappella. Bila bernyanyi dengan iringan, alat musik pengiring paduan suara dapat terdiri atas alat musik apa saja, satu, beberapa, atau bahkan suatu orkestra penuh. Untuk latihan paduan suara, alat pengiring yang digunakan biasanya adalah piano, termasuk bahkan jika pada penampilannya digunakan alat musik lain atau ditampilkan secara acappella.

 

Sementara itu pelatih Padus SMA KRISTEN 1 SURAKARTA David Hendry Sukoco mengatakan,” Pada jaman sekarang kita harus kreatif dan inovatif dalam menampilkan Padus, karena kebanyakan pelajar sekarang tidak tertarik pada Padus, mereka lebih senang pada music beraliran pop dan rock, maka kadang-kadang saya juga melatih lagu-lagu pop yang syairnya masih ada nilai edukasinya,” ujar guru paduan suara beberapa sekolah dan gerejea ini.

Henry menambahkan Tim Padus SMA KRISTEN 1 SURAKARTA selalu menjadi langganan dari beberapa kegiatan sekolah dan gereja jika ada hajatan atau acara. Henry menambahkan jika  manfaat siswa ikut padus adalah dapat mengembangkan bakat musik, membentuk siswa untuk bekerjasama dengan orang lain karena dalam paduan suara karakter suara bukan dari masing-masing individu namun menyesuaikan dengan anggota yang lain.

Dalam paduan suara juga dapat empertajam rasa empati, karena anggota yg kemampuannya lebih harus bisa menuntun mereka yang kemampuannya biasa dengan sabar.Siswa juga dapat menjadi pribadi yang kuat, karena proses latihan padus tidak bisa instan namun butuh kedisiplinan, kesabaran, dan telaten. Apalagi bila mrnghadapi kompetisi perlu menempa diri lebih serius bahkan tidak jarang meninggalkan jam pelajaran. Siswa juga dapat  mempertebal iman, lagu yang dibawakan SMASAKRISTA CHOIR lebih banyak lagu rohani, makna  setiap lagu perlu dikupas supaya anggota mampu menjiwai lagu.

Syarat untuk menjadi anggota SMASAKRISTA CHOIR selain harus siswa-siswa adalah berminat terhadap paduan suara, bisa teratur mengikuti proses latihan dan komitmen yang tinggi untuk mengisi ibadah di berbagai gereja kristen.

Related posts