Satu Jam bersama Siswanto SISWANTO Kepala Desa Sumberagung, Batuwarno, Wonogiri MEMPRIORITASKAN PERTANIAN JADI ANDALAN KESEJAHTERAAN RAKYAT


Seperti daerah-daerah lain provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah penduduk yang sebagian besar hidupnya bercocok tanam atau disebut kaum petani. Kabupaten Wonogiri yang selama ini disebut sebagai kota gaplek nampaknya mulai bergeser nama karena kaum petani menganggap gaplek sudah tidak bisa dijadikan penghasilan yang mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari antara waktu menanam dengan hasil yang didapat tidak seimbang namun demikian produksi gaplek masih tetap berjalan seperti biasa hanya saja jumlahnya yang berkurang. Kemudian mengenai bercocok tanam yang lain menanam padi justru yang dijadikan andalan karena padi yang notabene memproduksi beras seperti pasa umumnya menjadi kebutuhan pokok dasar bagi masyarakat indonesia karena itu beras yang berasal dari kabupaten wonogiri terus diprioritaskan ditingkatkan jumlahnya menjadi komoditas unggulan.
Seperti yang disampaikan oleh kepala desa Sumberagung Siswanto kepada majalah Didik di ruang kerjanya baru-baru ini dijelaskan 95% wargannya berprofesi sebagai petani, pedagang, dan yang lainnya PNS. Selain padi jenis pertanian yang digarap oleh warga masyarakat Sumberagung diantaranya, singkong, ketela rambat, kedelai, jagung, kacang panjang, kacang tanah, cabai, dan sayuran lainnya. Lebih lanjut Siswanto katakan desa Sumberagung selain bisa dijadikan desa pertanian yang baik juga bisa dijadikan daerah tujuan wisata karena di daerah tersebut ada satu tempat yang dianggap masih perawan atau belum tergarap namanya Watu Adeg. Watu adeg (dalam bahasa jawa) yang artinya batu berdiri tersebut berada di gunung di satu dusun yang masih termasuk wilayah Sumberagung. Gambaran keadaan tempat tersebut dengan didukung pemandangan yang sangat indah ini apabila bisa digarap baik oleh pemerintah atau investor kawasan Watu Adeg ini akan menjadi daerah tujuan wisata yang dapat dibanggakan dengan demikian income atau pendapatan desa Sumberagung tidak hanya mengandalkan hasil dari pertanian atau dana pemerintah, walaupun Watu Adeg ini gagasan yang masih dalam rencana namun setidaknya pemerintah daerah telah menandai bahwa Watu Adeg sebagai aset bagi pemerintah kabupaten Wonogiri yang memiliki masa depan yang baik.
Dalam kesempatan tersebut Siswanto menambahkan sesuai dengan dana yang ada kami mengedepankan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan pertanian, aset-aset jalan pertanian, sarana-sarana pertanian diharapkan kegiatan pertanian lancar.Dalam melaksanakan progam desa Kepala desa berdiskusi dengan perangkat desa yang ada dan atas persetujuan bersama mereka melakukan nya. Slogan desa kami adalah Ayo Mbangun Sumberagung. Hal lain yang menjadi prioritas selain bercocok tanam adalah pembangunan fasilitas umum utamanya jalan, namun pembangunan Jln. Jendral Soedirman yang sedang digarap ini sepenuhnya tanggung jawab pemerintah dari kabupaten yang turun tangan dan kami hanya merencanakan yang sepenuhnya kewajiban pemerintah kabupaten untuk menggarapnya.
Menjawab pertanyaan majalah Didik berikutnya Siswanto menambahkan bahwa keadaan situasi dan kondisi di desa Sumberagung selama ini aman dan tentram, tingkat kriminalitas disini prosentase sangat kecil. Selama ini kami terus menjalin kerjasama yang baik dengan pihak keamanan seperti koramil, polsekta serta perangkat yang lain.
Kemudian menyoroti tentang pendidikan didesa kami cukup berjalan baik jumlah sekolah baik formal maupun non formal cukup seimbang namun kami akui rata-rata sekolah formal mengalami jumlah kekurangan murid, kekurangan jumlah murid tersebut disebabkan karena berhasilnya KB dan jumlah pasangan usia subur yang kebanyakan merantau sehingga anak-anak yang seharusnya sekolah di daerah kami akhirnya harus sekolah di daerah lain seperti di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung bahkan ada yang di luar Jawa. Hal ini tidak bisa kami pungkiri karena penduduk kami rata-rata kaum pedagang atau pekerja musiman.
Siswanto yang merupakan kepala Desa Sumberagung yang berkomitmen ingin membangun desanya lebih maju dan berkembang lahir di Wonogiri ini adalah putra dari pasangan bapak Taru Taryono dan ibu Kadinem yang beralamat di Saratan RT 02/RW 05, Sumberagung, Batuwarno, Wonogiri ia adalah kepala desa yang tergolong sukses dalam memimpin dalam tahun periode 2013-2018. Hasil pernikahannya dengan ibu Muslikhah telah dikaruniai 2 orang anak, yang pertama bernama Muhammad Ihsan Asishah sekarang semester 3 di Stikes PKU Muhamadiyah ,yang kedua bernama Muhammad Irsyad Asishah duduk di bangku kelas 3 di SD Negeri 1 Sumberagung 1. Mengenai pendidikan pak Siswanto ini ternyata pernah kuliah di IKIP Yogyakarta, perlu diketahui pula kepala desa yang dikenal oleh warganya sangat akrab dengan siapapun yang mengajak bicara ini ternyata juga lulusan dari SD Negeri 1 Sumberagung, SMP Negeri 1 Tirtomoyo, dan SMA Muhammadiyah 2 Surakarta. Mengenai cita-citanya ketika masih kecil ia ingin menjadi Polisi namun nasib tindak menjawab akhirnya ia harus menjadi seorang pelayan masyarakat yaitu kepala desa yang ia pimpin sekarang. Perlu diketahui juga Siswanto memiliki konsep dalam memimpin yaitu “Yang namanya keberhasilan seorang pemimpin itu bukan dari pimpinan tetapi ya dari semuanya karena kami membangun bersama rakyat”, begitu ungkapnya.(Kurnia/Rita/Ries/R)

Related posts