Dari Peringatan Hari Pangan Sedunia 2017 Tingkat Jateng di Wonogiri Sekda Prov. Jateng Sri Puryono : JANGAN TERGANTUNG HANYA PADA BERAS

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2017 Tingkat Provinsi Jawa Tengah diselenggarakan atau dipusatkan di Kabupaten Wonogiri. Mengapa pelaksanaan HPS ini dipusatkan di alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri? Tentu ada maksud dan tujuannya. Disini gubernur jawa tengah tentu memiliki kebijakan tersendiri. Pameran yang berlangsung selama 2 hari sejak hari Sabtu 4 November sampai Minggu 5 November disaksikan oleh ribuan penduduk Jawa Tengah tersebut berjalan aman dan lancar. Untuk melihat sejauh mana kesemarakan dan kebanggaan penduduk Jawa Tengah khususnya peserta kuliner tersebut tim majalah DIDIK menemui salah satu kelompok yang berasal dari Desa Sumberagung, yang mana mewakili Kec. Batuwarno untuk mengikuti Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (BP2SA).
Masyarakat Jateng diminta tidak hanya tergantung pada beras. Harus mulai memanfaatkan dan menikmati serta mengembangkan bahan dan barang yang ada. Sementara, generasi muda mesti menjadi pilar ketahanan pangan. Hal itu diungkapkan oleh Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri pada Sabtu, 4 November 2017.”Kedaulatan pangan tercermin dari pangan yang cukup aman dan bergizi serta terjangkau”, ungkapnya. Pangan menurutnya, bukan sebatas padi atau beras saja. Ia meminta masyarakat jangan tergantung pada beras saja, karena banyak komoditi pangan lain yang sangat menguntungkan untuk dikembangkan dan baik untuk kesehatan. Diversifikasi pangan kuncinya. Keanekaragaman pangan sebagai semangat mencapai kedaulatan pangan Jateng. Peringatan HPS diisi dengan cara pameran aneka kuliner dan teknologi pangan tepat guna dari 35 kabupaten/kota se-Jateng. Dalam pameran tersebut masing-masing stand menampilkan hasil produk hasil pertanian sebagai bahan pokok pangan diantaranya beras, jagung, ketela, kentang, bawang merah, bawang putih, sayuran, buah-buahan dan bahan pangan lainnya yang dipamerkan di Alun-alun tersebut.
Komoditi yang dikembangkan untuk penganekaragaman pangan katanya, berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Tergantung potensi dan kearifan lokal masyarakat setempat. Misalnya, Wonogiri yang memiliki potensi sumber daya perairan dan tanaman umbi-umbian, berbeda dengan Boyolali dengan potensi peternakan atau Karanganyar dengan produk holtikulturanya. Lebih lanjut Sekda Prov. Jateng Sri Puryono menegaskan anak muda harus aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan. Hal ini sesuai dengan tema peringatan HPS tingkat Jateng “Mewujudkan Generasi Muda Sebagai Pilar Ketahanan Pangan Jawa Tengah”. Peran aktif anak muda bisa melalui penciptaan teknologi tepat guna maupun menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami komoditi pangan.
Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa mengutarakan ada benang merah kegiatan HPS dengan Kabupaten Wonogiri. Karena Wonogiri memiliki panca program kesejahteraan petani diwujudkan dalam kegiatan pengembangan mekanisme pengawasan pupuk, pengembangan desa, dan pemantauan pasca panen. “Bagi Kabupaten Wonogiri kedaulatan pangan sangat diharapkan guna mewujudkan cita-cita Wonogiri berdaya saing dengan meningkatnya ekonomi daerah mulai pertanian, perdagangan, dan lainnya”, tandasnya.(Rita/Nia/R)

Related posts