Dari kunjungan kerja tim majalah Didik ke SD Negeri 1 Sumberagung Pariyo, S.Pd ( Kepala Sekolah ) SD Negeri 1 Sumberagung, Batuwarno, Wonogiri CALON PEMIMPIN HARUS BERKARAKTER TINGGI

Belum lama ini tim work majalah Didik yang terdiri dari Riestanto, Sukawit, Kurnia Anshoriah, dan Rita Nurhidayati (koordinator liputan wilayah kabupaten Wonogiri) mengadakan kunjungan mendadak(sidak) ke 2 tempat yaitu SD Negeri 1 Sumberagung dan Kantor Desa Sumberagung. Kunjungan mendadak tersebut diterima secara langsung oleh kepala SD Negeri 1 Sumberagung Pariyo, S.Pd di ruang kerjanya. Kurang lebih satu jam Pariyo menuturkan bahwa sekolah yang dipimpinnya tergolong sekolah unggulan, terbukti setiap kali mengikuti ujian Nasional selalu masuk dalam rangking 9 besar dari 20 Sekolah Dasar sekecamatan Batuwarno. Kemudian sekolah ini bisa disebut sekolah unggulan karena dibidang olahraga juga masuk dalam urutan juga pernah menjulang prestasi hingga ke tingkat provinsi, namun secara keseluruhan ada satu hal yang menjadi fokus dalam era kepemimpinannya selain mengejar prestasi juga menitikberatkan pada peningkatan disiplin dan karakter para siswa yang notabene mereka adalah calon pemimpin bangsa.
Dalam wawancara tersebut Pariyo, S.Pd menjelaskan bahwa SD Negeri 1 Sumberagung memiliki luas sekitar hampir 1000 meter persegi, dengan 6 ruang kelas satu ruang guru untuk fasilitas sekolah ada perpustakaan, halaman sekolah, sarana olahraga, kantin sekolah, dapur sekolah, kamar mandi, dan parkiran. Untuk jumlah murid setiap kelas rata-rata 11 dari jumlah seluruh siswa disini 75 murid. Menurut Pariyo, S.Pd kuota murid disini kurang, karena seharusnya jumlah minimal murid keseluruhan 120 murid, hal ini disebabkan karena penduduk yang usia subur produktif kebanyakan pada merantau dan adanya progam keluarga berencana kurang sejalan dengan adanya keinginan sekolah mencari murid sebanyak-banyaknya untuk memenuhi jumlah kuota. Di SD Negeri 1 Sumberagung ada 6 guru PNS 5 guru kelas dan 1 guru olahraga, setiap kelas dipegang 1 guru dan 1 guru yang belum PNS atau disebut guru honorer. Tenaga pendidik disini sudah S1 semua dan ada 1 yang sudah S2. Motivasi dan inovasi yang luar biasa dari pengajar disini yang bisa menambah semangat murid-muridnya untuk terus belajar dan belajar.
Selain sistem belajar mengajar dikelas kami juga memiliki literasi dengan cara, sebelum masuk kelas setiap tingkatan kelas berbaris dengan salah seorang siswa memimpin dengan didampingi gurunya untuk memberikan pertanyaan satu persatu dan jika bisa menjawab baru diijinkan masuk kelas seperti contoh pada hari Selasa pertanyaan yang diajukan pelajaran matematika dan kompetensi yang harus dipenuhi yaitu perkalian contohnya anak bernama Fahri diberi pertanyaan 4 x 6 berapa? kemudian dia bisa menjawab tepat 24 dan langsung bisa masuk kelas, dan setiap harinya itu berbeda pelajaran atau materi yang berbeda untuk setiap tingkatan kelas terkhusus untuk hari kamis itu pelajaran yang diberikan adalah bahasa jawa karena di Wonogiri itu sudah diprogramkan untuk membudayakan bahasa daerah. Sekolah kami juga tidak lupa semboyan 3S yaitu senyum, sapa, dan salam ( 3S ) dalam interaksi sehari-harinya. Materi pelajaran yang kami berikan sesuai dengan aturan menteri pendidikan dan sekolah-sekolah lainnya. Kemudian untuk mata pelajaran Mulok ( muatan lokal ) kami menambahkan mata pelajaran Pertanian karena disini sebagian besar wilayahnya sawah jadi kami memberikan pelajaran tentang pertanian supaya mereka tau tentang bagaimana tentang tatacara bertani secara mendasar.Untuk kegiatan sekolah selain belajar ada ekstrakulikuler diantaranya pramuka sebagai ekstra wajib, olahraga, marching band, dan BTA (Baca Tulis Al-Quran) yang kami peruntukan bagi siswa kelas 1 dan 2 selepas pulang sekolah pukul 10.00 langsung dibina dan berlangsung kurang lebih 1 jam sebagai tambahan. Prestasi yang paling menonjol adalah olahraga contohnya Tenis lapangan tahun kemarin bisa maju sampai ke tingkat provinsi yang sebelumnya telah menjuarai ditingkat kabupaten itu sebuah kebanggan tersendiri bagi SD N 1 Sumberagung melihat walaupun latar belakang sekolah kami berada di daerah pedesaan. Untuk ujian nasional peringkat 9 sekecamatan dari 20 sekolah dasar yang ada. Selain itu masih banyak prestasi-prestasi yang lain.
Upaya yang dilakukan oleh Kepala Sekolah yang baru saja dilantik pada 4 Oktober 2017 kemarin ini untuk memajukan SD N 1 Sumberagung bersama guru dan warga sekolah yang ada yaitu dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Seperti lebih mempersiapkan murid dan melihat bakat-bakat yang dimiliki untuk terus dibimbing sehingga nanti saat akan menghadapi perlombaan sudah siap. Kami juga bekerjasama dengan para alumnus yang sudah mapan seperti membantu membelikan sound sistem, laptop dan ada yang finansial juga kemudian untuk sarana dan prasarana mengandalkan biaya operasional sekolah dari pemerintah. Dan untuk perpustakaan sekolah ini ada buku lama dan banyak buku baru yang baru datang itu menggunakan biaya dari DAK (Dana Alokasi Khusus). Kemudian kami juga ingin memperindah taman sekolah meningkatkan penghijauan agar menjadi suasana yang menyenangkan untuk dipandang. Untuk kesehatan sekolah itu ada progam cuci tangan dan bekerjasama dengan dinas kesehatan setempat puskesmas. Selanjutnya untuk kegiatan yang menunjang anak agar berkarakter khususnya dalam melaksanakan ibadah kami ingin memiliki mushola sendiri. Seperti itu penjelasan dari Pariyo, S.Pd waktu dikunjungi majalah didik pada hari lalu.
Pariyo, S.Pd ini lahir di Wonogiri, 25 september 1963 dari pasangan petani pak Timin (Alm.) dan Ibu Giyem (Alm.) sekarang tinggal dengan istri nya yang bernama Sutini dan merupakan seorang guru pengajar Sekolah dasar. Dia juga tinggal bersama 2 anaknya, yang pertama bernama Astri Nurhayati merupakan lulusan FKIP Universitas Muhamadiyah Surakarta yang beraktivitas sebagai pengajar di SMP N 2 Batuwarno dan MTs Muhamadiyah di Tirtomoyo, anak yang kedua bernama Dwiyanto Kukuh Ihwanudin saat ini mahasiswa Teknik Industri di Universitas Muhamadiyah Surakarta. Meskipun belum lama menjadi pemimpin di SD N 1 Sumberagung ini dia sudah merasa dekat dengan keluarga besar sekolah ini.
Membangun anak dengan jiwa yang berkarakter tinggi untuk mempersiapkan anak dalam menghadapi kemajuan teknologi untuk meningkatkan prestasi demi kemajuan bangsa dan negara kita Indonesia adalah genjatan seorang pemimpin ini untuk memajukan SD N 1 Sumberagung. Dia juga berharap agar pemerintah segera mencukupi kebutuhan guru, karena di daerah desa ini sendiri sebentar lagi akan ada yang habis masa jabatan atau pensiun istilahnya. Semoga di desa-desa daerah Wonogiri khususnya Batuwarno kebutuhan tenaga didik segera terpenuhi, karena guru adalah sumber inspirasi untuk meraih kemajuan yang baik .(Kurnia/Rita/Ries/R).

Related posts