Ratusan Pelaku UMKM dan UKM di Boyolali Diberikan Sosialisasi Penguatan Pola Kemitraan

Boyolali-Komisi pengawas persaingan usaha KPPU Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi VI DPR RI melakukan penguatan pola kemitraan, terhadap parapelaku usaha UMKM dan UKM  yang selama ini berjalan. Langkah ini dilakukan karena selama tiga tahun terakhir ini, pelaku usaha kecil tidak mengetahui informasi apa yang menjadi hal dan kewajiban sedangkan yang besar kuramg memberikan informasi yang terang terhadap para pelaku usaha kecil tersebut. Demikian ini dikatakan oleh sekretaris Jendral KPPU RI Carles Panji Dewanto disela sosialisasi pola kemitraan usaha kepada ratusan peserta UMKM dan UKM serta usaha lainnya di Boyolali (Jumat, 29/09/2017).

Perlunya sosialisasi diharapkan semuanya harus tahu hak dan kewaibanya dan hal ini dilindungi oleh Undang-Undang. Dengan adanya sosialisasi dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha bersinergi dengan Komisi VI DPR RI kepada para pelaku usaha diharapkan jika ada yang tidak beres KPPU akan melakukan advokasi.

“KPPU disini berfungsi sebagai pengawas, mengawasi pola kemitraan ketika ada sesuatu yang tidak beres KPPU mempunyai kewenangan untuk melakukan advokasi, membatalkan pola kemitraandan lain-lain. Lebih lanjut Carles mengatakan perlunya mendorong pelaku usaha kecil tersebut agar mereka dapat tumbuh berkembang menjadi penggerak ekonomi nasional” ujar Carles. Sementara itu anggota komisi VI DPR RI Endang Sri Karti Handayani yang hadir dalam acara ini mengatakan dengan sosialisasi penguatan informasi terhadap perilaku UMKM dan UKM ini kemitraan usaha di Boyolali menjadi kompak dan selaras,selain itu persaingan tidak sehat tidak dilakukan.

(Ops. Hariyanto/ t.n)

Gambar: badan standarisasi nasional

Related posts