Rakyat Indonesia Makin Sejahtera Terbukti Pemakai Jasa Pesawat Lebaran Tahun 2017 di Solo Naik 12 Persen

Boyolali – Tahun 2017 terjadi perubahan gaya hidup baru masyarakat Indonesia. Lebih dari 3 juta pemudik telah menggunakan jasa pesawat terbang untuk Idhul Fitri tahun 2017 ini menuju Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Angka ini ternayat melebihi dari prediksi yang telah diperhitungkan sekitar 2.700.000. Agus Santoso selaku Kepala Dirjen Perhubungan Udara memaparkan bahwa ada 35 bandara yang disiagakan untuk melayani penerbangan berkenaan dengan Idhul Fitri 2017 saat ditemui awak media pada sidak posko mudik di Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Kenaikan pengguna pesawat terbang disebakan diantaranya karena meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang tadinya hanya bisa membeli tiket bus kini sudah bisa membeli tiket pesawat terbang. Budi mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas memingkatkan kesejahteraan ini.
Pelayanan Dinas Perhubungan sangat diperhatikan karena sudah merupakan pelayanan standard. Maskapay Garuda diklaim 90% on time flight saat melayani angkutan lebaran.
Walaupun ada airline lain yang terkena delay namun tidak signifikan dan menkadikan masalah yang berarti. DIutarakan jika sebuah pesawat mengalami delay maka akan menjadikan efek karambol yaitu menyebabkan delay delay penerbangans Selanjutnya. Namun hal ini harus disyukuri karena tidak terjadi. Untuk arus puncak pesawat diperkirakan akan terjadi pada tanggal 2 Juli hal ini disebabkan karena penumpang pesawat mempunyai segmen tersendiri dan peak session terjadi mepet dengan hari masuk kerja.
Dalam penerbangan angkutan lebaran tahun 2017 ada 2 kasus go round penerbangan untuk menyelamatkan penerbangan. Kasus ini adalah saat pesawat sudah siap mendarat namun landas pacu belum clear. Kasus ini terjadi di bandara Ngurah Rai Denpasar Bali. Go Round Sendiri harus dilakukan karena merupakan SOP untuk keselamatna penerbangan.
Budi juga menghimbau masyarakat luas terutama yang berdomisili di Cilacap dan Wonosobo untuk tidak menerbangkan balon udara yang merupakan tradisi atau kebiasaan tiap lebaran. Dishub mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menyempurnakan kegembiraan penerbangan balon dengan cara ditambat sehingga tidak terbang bebas. Karena jika tidak ditambat akan mencapai level tertentu yang biasanya 38 ribu feet yang akan membahayakan penerbangan. Inipun akan diganti dengan festival balon namun diikat yang bebas dihias dan memacu kreativitas. Hal ini sangat ditekankan karena sudha ada undang – undang yang mengatur akan hal ini yaitu Undang – Undang Penerbangan No 1 tahun 2009 dengan ancaman penjara 2 tahun dan denda 500 juta rupiah.
Hal senada juga dipaparkan oleh Hengky Polulan selaku General Manager Airnav Solo yang mengatakan bahwa ada laporan dari pilot pesawat ada 33 kasus balon udara yang mencapai ketinggian 37 ribu kaki dan hal ini akan sangat membahayakan penerbangan pesawat terbang jika sampai kena kokpit dan engine pesawat maka akan menyebabkan pesawat terbakar dan meledak di udara. Tentu hal ini tidak diinginkan dan harus diantisipasi lebih dini. #zachr

Related posts