Rezky Total Allah Yang Atur Cara Logisnya DIleatkan Tangan Orang Lain

Uang Baru

Derita Seorang Buruh, yaa seperti yang anda lihat di sekitar anda. Jika anda tidak ingin jadi seorang buruh, jadilah Bos. Mengapa? Bagaimana bisa? Tidak mungkin? Ya.. Klo tidak jadilah buruh yang baik. Mengapa? Jika anda jadi buruh yang baik ikutilah takdir anda, kalau bisa yaa rubah takdir anda. Dengan cara membuat wirausaha, dengan kata lain bekerja sendiri, hingga bisa menggaji karyawan. Tapi jika anda tidak mampu atau tidak bisa, itu sudah duduk pilihan, anda mau jadi bos, atau jadi buruh yang baik yang dimana bekerja dimanapun akan selalu sama. Anda mengabdi kepada siapapun akan selalu sama. Nah, itu nasib seorang buruh.
Jadi, apa pilihan anda? Jika anda ingin menjadi buruh, jadilah buruh yanh baik, jadilah pekerja yang baik. Namun, yang terbaik adalah anda bekerja lillahi ta’ala dan bekerjalah sepenuh hati. Karena itu adalah bagian dari ibadah. Ketika anda bekerja dengan niat yang tulus untuk mencari nafkah serta beribadah maka, semuanya akan anda dapatkan. Tetapi manakala anda bekerja dengan tujuan untuk uang semata maka itu masih perkerjanya buruh, sama halnya ketika anda berdoa dengan tujuannya hanya untuk mendapatkan sesuatu. Terus harus bagaimana? Tidak ada shalat itu untuk mendapatkan rezeki, segala sesuatu itu tidak ada. Adanya adalah shalat setelah selesai shalat anda berdoa untuk mendapatkan rezeki, tetapi dengan begitu, anda juga harus menyeimbangi dengam usahanya, karena tidak mungkin Allah Swt. memberikan rezeki itu jatuh dari langit. Kenapa? Karena harus logis. Karena agama itu logis maka, Allah Swt. Untuk mempertahankan kelogisannya anda harus banyak bersilaturahim, untuk bisa anda mendapatkan rezeki dari tangan orang lain, karena syarat terkabulnya do’a adalah lewat tangan lain. Kalau anda hanya berdo’a dan hanya mengandalkan do’a nya saja namun tidak bergaul dalam istilah modern (tidak bersillaturrahim) darimana anda bisa mendapatkan rezeki.

Related posts