Dra. Priyati Umiyatun, M.M – Quality Management Representative (QMR) SMK Negeri 8 Surakarta Mendulang Prestasi Lewat Mimpi

SMK N 8 Surakarta

Menjadi penari terkenal butuh proses dan waktu, selain harus rajin berolahraga, menjaga pernafasan, juga harus menjaga pola makan. Seorang penari harus memiliki tubuh yang bagus, tidak kurus dan juga tidak gemuk. Sebab penari itu harus luwes, semua tubuh itu bergerak. Kemudian seorang penari juga harus memiliki nafas yang panjang, karena dari ujung kaki sampai kepala semua bergerak. Oleh karena itu, kesehatan harus dijaga dan jadi prioritas utama.
Belum lama ini, Majalah DIDIK mewawancarai seorang penari Keraton Solo yang namanya sudah tidak asing lagi di kalangan keraton maupun di Kota Solo ini mengatakan tari adalah seni, di dalamnya ada keindahan hakiki yang tidak bisa dibuat-buat. Karena seorang penari yang tulus, menguasai akan terlihat dari pancaran mata, gerakan tubuh, dan keluwesan dalam menari.
Ibu Priyati ini sehari-hari kerja sebagai guru PNS di SMK Negeri 8 Surakarta. Ia kemukakan bahwa prestasi yang ia dapat sejak masih SD hingga usia kepala lima, jumlahnya tak bisa dihitung lagi. Penari senior yang usianya lima puluhan tahun ini berharap agar para murid yang sekarang sedang menekuni seni di SMKN 8 hendaknya tekun, disiplin, dan memperhatikan apa yang diajarkan oleh guru. Sebab seni itu sifatnya kronologis, tidak bisa dipelajari secara instan.
“Seni itu adalah keindahan, sebagai alat komunikasi yang paling fleksibel dalam pengembangan kehidupan. Seni itu hidup dan agung, karena apa yang disajikan memiliki arti dan makna sejarah kehidupan manusia. Seni tari itu bingkaian fenomena alam dan manusia, dalam nuansa suka maupun duka. Alhasil di negeri Pancasila ini, seni adalah alat penjabaran untuk memajukan dan mengembangkan Negara,” tuturnya.
Presiden era baru Indonesia (terpilih) Joko Widodo telah mengisyaratkan dan memberikan ruang dan waktu kepada masyarakat bahwa pelaku seni Indonesia harus maju dan berkembang, dan dalam perjalananya harus terwadahi dalam bingkai Industri Kreatif. Hal ini menjadi agenda kerja untuk dimajukan, dan akan diperhatikan secara langsung keberadaanya oleh presiden Joko Widodo. Menurut Priyati Umiyatun kesenian merupakan suatu alat untuk mempererat tali persaudaraan baik antar persona maupun antar bangsa dan negara.
Bicara tentang seni tari, Priyati Umiyatun lebih cocok dan condong kepada kemajuan seni tari, karena jurusan ini selain memiliki masa depan yang cerah juga memiliki akses yang luas dalam rangka untuk jalinan kerjasama antar negara dan bangsa di dunia ini.
“Menurut saya, seni tari itu adalah alat untuk mengemban seni budaya bangsa, dan siapapun generasi muda yang sekolah di sekolah ini, mau tidak mau, bisa tidak bisa harus mengikuti peraturan yang berlaku disini. Karena seni itu, disiplin, tidak leda-lede, dan seni itu cepat dan kreatif. Mari dukung anak-anak kita untuk menekuni bidang seni. Karena seni itu sebagai penyeimbang bagi suatu kehidupan. Percaya atau tidak, untuk bisa menjadi seniman dan seniwati yang unggul dan berkualitas itu tidak mudah,” tukas Priyati Umiyatun.
Mengakhiri perbincangannya dengan Majalah DIIDIK, ia mengajak kepada masyarakat Indonesia agar mencintai seni, karena seni itu indah dan telah dijadikan alat penyeimbang bagi kehidupan suatu negara. (Ries/r)

Related posts