Wiranto (Kepala SMK Veteran Manyaran, Wonogiri) – Siswa Lulus Bisa Stir Mobil

SMK Veteran Manyaran

Pencapaian target perolehan jumlah siswa baru pada tahun ajaran 2014/2015 di SMK Veteran 1 Manyaran Wonogiri belum tercapai. Dari target 64 siswa memenuhi 2 kelas hanya mendapatkan 32 siswa untuk 1 kelas. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya hanya memiliki satu program keahlian yakni teknik otomotif yang siswa didominasi oleh siswa laki-laki semua sehingga mengurangi minat lulusan SMP di Wilayah Manyaran melanjutkan ke SMK Veteran Manyaran.
Hal tersebut dikemukakan Kepala SMK Vetaran Manyaran, Wonogiri, Wiranto saat ditemui Majalah DIDIK di ruang kerjanya belum lama ini terkait penerimaan siswa baru di sekolah yang dipimpinnya. “Mayoritas siswa kita berasal dari luar daerah seperti dari Semin, Gunungkidul, Yogyakarta lainnya lokal dengan perbandingan 60 % luar daerah banding 40% lokal. Disamping itu minat siswa juga dipengaruhi adanya anggapan sekolah SMK Veteran 1 Manyaran tidak ada siswa perempuan yang membuat mereka cenderung tidak ada semangat belajar. Oleh sebab itu, pada waktu dekat kita akan membuka program keahlian baru yaitu akutansi agar banyak siswa perempuan yang masuk ke sini di samping memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri,” ungkapnya.
Disinggung tentang kiat sekolah swasta tetap mampu bersaing dan berprestasi, pria energik ini berpendapat pihak sekolah berusaha mencari terobosan dan strategi baru dengan meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar, praktek serta penanaman kedisiplinan dan kemandirian siswa. Selain itu, meningkatkan jalinan kerjasama mitra usaha industri dengan sekolah agar lulusan SMK dapat terserap di dunia kerja dan industri.
“Keunggulan SMK Veteran Manyaran siswa lulus harus bisa setir mobil selain mereka dapat memperbaiki kerusakan mobil. Dengan kealian tersebut maka siswa ketika diterjunkan di dunia kerja industri atau kerja di bengkel mendapatkan posisi yang bagus karena ada keahlian tambahan. Pelatihan setir mobil ini tidak kita kenakan biaya karena sudah masuk kegiatan ektrakurikuler,” katanya. (Sofyan/r)

Related posts