H. Syawali, S.Pd – Kepala SD Negeri Krajan 04, Gatak, Sukoharjo – “Lumbung” Prestasi dan Bisnis

syawali sd krajan 4 (1)

Bertahun tahun Sukoharjo memoles diri. Kini daerah yang dikenal sentral industri jamu dan lumbung padi ini tumbuh berkembang menjadi kota modern. Kota Makmur tidak hanya sekedar menjadi slogan namun sekarang sudah mendekati kenyataan. Tidak berlebihan kalau banyak yang berharap, Sukoharjo tidak hanya menjadi lumbung (pusat) bisnis ekonomi berbasis kerakyatan namun juga menjadi lumbung prestasi pendidikan. Hal tersebut belum lama ini diungkapkan H. Syawali, S.Pd yang saat ini menjabat sebagai Kepala SD Negeri Krajan 04, Gatak, Sukoharjo.
Kepada Majalah DIDIK, ia mengatakan Beberapa industri pabrik, hotel berkelas dan mall terkenal semakin mengukuhkan Kota Makmur menjadi salah satu barometer perekonomian Jawa Tengah . Secara perlahan namun pasti akan menjadi pusat bisnis. Selain pusat perbelanjaan, disini sudah berdiri hotel dan menurut rencana akan dibangun pula rumah sakit berstandar nasional.
Syawali menegaskan, bukan hanya pusat belanja modern atau mall, pemkab Sukoharjo juga gencar melakukan pembangunan pasar tradisional. Keberadaaan mall dan pembangunan pasar tradisional ini tentu membawa dampak ekonomi yang sangat positif tidak hanya bagi masyarakat setempat, namun juga warga dari luar Sukoharjo. ” Pembangunan yang dilakukan ini tidak hanya terpusat di kota hingga ke desa terbukti pasar tradisional yang semula terkesan kotor dan kumuh kini terlihat rapi dan bersih,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama ia menuturkan Selain bidang ekonomi, dunia pendidikan di Sukoharjo terus mengalami banyak peningkatan, baik dari prestasi maupun pembangunan sarana prasarana pendidikan. Selama lima tahun terakhir perkembangan dunia pendidikan di Sukoharjo sangat pesat sekali. Ini bisa dilihat dari grafik prestasi yang terus mengalami peningkatan. Pemberdayaaan sisi sumber daya manusia (SDM) juga terus diupayakan. Pemkab melalui instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo terus berupaya melakukan perbaikan dan pembinaan melalui berbagai pelatihan.
Syawali sampaikan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan juga mendapat perhatian serius dari Bupati selaku pucuk pimpinan di Kota Makmur. Secara fisik tidak ditemukan lagi bangunan sekolah rusak parah atau nyaris roboh. Semua bisa dikatakan dalam kondisi baik.”Kalau pun ada yang mengkhawatirkan, dinas langsung merespon cepat sehingga tidak berimbas terganggunya aktivitas pendidikan,”ungkapnya. (Nas/r)

Related posts