Fenomena Home Schooling

Green Scgool SMK N & Sol

Dalam dunia pendidikan, home schooling mungkin sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita. Pada dasarnya home schooling atau sekolah rumah sekolah adalah sebuah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan diluar sekolah atau di rumah. Saat ini banyak orang tua yang lebih memilih untuk memberlakukan metode home schooling daripada pendidikan formal. Mereka beranggapan bahwa dengan home schooling, orang tua lebih dapat memantau perilaku serta perkembangan sang anak. Orang tua juga bisa lebih leluasa memilih guru yang menurutnya lebih kompeten daripada guru-guru pada sekolah formal.

Tidaknya hanya orang tua. Kalangan selebritis pun banyak yang lebih memilih home schooling. Home schooling dijadikan mereka sebagai suatu alternatif agar mereka bisa tetap mendapatkan pendidikan tanpa harus menghambat karier mereka. Home schooling juga miliki kelebihan kelebihan lain seperti lebih mendetilnya berbagai materi yang diberikan oleh sang guru kepada murid karena si anak menjadi lebih leluasa dalam menanyakan berbagai materiyang belum dikuasainya.

Home schooling juga dapat membuat sang anak menjadi lebih mandiri dan lebih kreatif. Hal ini dikarenakan sang anak dibiasakan untuk dapat memecahkan masalah sendiri tanpa harus dibantu oleh teman-temanya.

Namun home schooling memiliki beberapa dampak negatif. Banyak ahli yang menyatakan bahwa home schooling dapat mengurangi kecerdasan bersosialisasi pada anak. Anak-anak yang dibiasakan untuk berada pada rumah secara terus menerus akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan luar. Sehingga sang anak akan merasa dikucilkan dan menjadi lebih ‘minder’

selain itu, kemampuan sosialisasi yang rendah pada sang anak dapat berpengaruh pada kemampuan sang anak di dunia kerja. Kemampuan sosialisasi yang rendah pada anak akan membuat sang anak mengalami kesulitan dalam bekerja sama dengan rekan kerjanya. Sehingga akan mempengaruhi kinerjanya.

Oleh karena itu, sebelum orang tua memutuskan untuk home schooling, para orang tua seharusnya juga telah memikirkan matang-matang mengenai cara agar sang anak tetap bisa mendalami hal-hal yang ingin mereka tanpa harus kehilangan kecerdasan mereka dalam berhubungan dengan individu lain. para orang tua bisa mengajak anak untuk memperkenalkan mereka pada dunia luar. Misalnya dengan kelompok bermain. Dengan kelompok bermain, sang anak bisa lebih mengenal peran mereka dalam lingkungan luar rumah. Kelompok bermain juga dapat membuat mereka lebih mengetahaui cara beradaptasi dengan dunia luar, sehingga kecerdasan emosional mereka bisa lebih selaras dengan kecerdasan kognitif yang mereka dapatkan pada home schooling.

Pada dasarnya home schooling dibuat agar sang anak bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Namun jika tidak dipertimbangkan secara matang, home schooling hanya akan menjadi sebuah trend yang fenomenal. Bukan sebagai sebuah metode pendidikan yang dapat mencerdaskan sang anak. Semoga para orang tua bisa berfikir matang-matang metode pendidikan yang akan diberlakukan pada sang anak, agar sang anak bisa menjadi lebih cerdas baik secara kognitif ataupun emosional. (*)

Related posts