LSP STIE AUB Solo Gelar Somulasi Uji Sertifikasi Ekonomi

Simulai STIE AUB

Solo – Undang – undang di Indonesia mengamanatkan bahwa manusia Indonesia harus cerdas dan berbudaya. Salah satu cara untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan mendidik para mahasiswa dengan ketrampilan dan kompetensi. Agar kompetensi yang dimiliki menjadi terbukti maka diperlukan tanda bukti. Tanda bukti yang dimaksud adalah ijazah. Namun bagaimana halnya untuk bisa diterima di pasar kerja nasional atau bahkan ASEAN atau internasional? maka jawabnya adalah harus trampil. Ketrampilan seseorang harus standard diindustri. Itulah yang sedang di sosialisasikan oleh BNSP (Badan Nasional Standard Pendidikan).
STIE AUB Surakarta sebagai salah satu perguuran tinggi swasta ternama di Surakarta tentu merespons positif akan hal tersebut. Untuk itulah STIE AUB mendirikan LSP untuk bisa mensertifikasi para lulusannya. Setelah didirikan LSP yang dimaksud maka kemudian LSP STIE AUB menggelar simulasi uji kompetensi. DR. Agus Utomo dalam wawancaranya mengatakan kepada media bahwa selain mahasiswa yang standard maka asessornya juga harus distandardkan terlebih dahulu dan STIE AUB akan menambah asessor untuk memenuhi kebutuhan asessor tambahan lagi. Pada tahun 2020 semua lulusan STIE AUB diperkirakan sudah memiliki sertifikat yang berlogo garuda semua katanya.
Pada somulasi ini mahasiswa, dosen dan staff dilibatkan sekaligus uji nyata yang sesungguhnya. Sekitar 20 mahasiswa dilibatkan dalam proses simulasi. Anto Respati, SE, MM mengatakan bahwa LSP STIE AUB mempunyai 2 skema yang bisa dimiliki oleh mahasiswa, mahasiswa dari luar juga bisa mengikuti uji sertifikasi ini dengan MOU terlebih dahulu. Di Solo baru STIE AUB masalahnya kata ANton.
Setelah mahasiswa dinyatakan kompeten maka akan diberi lisensi dari BNSP lewat LSP STIE AUB. Peserta uji Gding Yoga Pratama dan Nitya Novian Putri sepakat mengatakan bahwa dirinya menginginkan sertifikat pendamping ijazah untuk bisa bersaing dipasar kerja mengalahkan lulusan perguruan tinggi lain di Solo atau kota lainnya dalam menghadapi MEA karena LSP ini baru STIE AUB yang memiliki kata mereka berdua dengan senyum bangga.
Proses yang harus diikuti oleh peserta uji tidak terlalu rumit namun harus cermat karena prosesnya runtut. Arif selaku wakil Direktur mengatakan bahwa rentetan uji kompetensi harus diikuti agar lulusan STIE AUB dan akademika sama bangganya memiliki tambahan portofolio baru yang berkualitas dengan standard nasional kata Arif menutup pembicaraan. #bep

Related posts