Dra. Tri Hastuti (Koordinator BP dan Waka Bidang Humas SMK Kosgoro 1 Sragen) TANAMKAN KARAKTER LEWAT KEGIATAN PRAMUKA

Tri Hastuti

Penanaman karakter memang perlu dengan tujuan membentuk kepribadian generasi bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur, kompeten, dan berkualitas. Banyak cara dilakukan untuk merealisasikannya, seperti peningkatan kompetensi pendidik dan kegiatan pramuka untuk siswa. Melalui kedua instrumen tersebut, nilai-nilai kehidupan dapat tersampaikan secara tidak langsung dan dapat dirasakan saat implementasi pada kehidupan sehari-hari. Demikian disampaikan oleh Dra. Tri Hastuti selaku Koordinator BP dan Waka Bidang Humas SMK Kosgoro 1 Sragen kepada Majalah DIDIK di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurutnya, peningkatan kompetensi pendidik dapat dilakukan dengan kegiatan, pelatihan, diklat, maupun workshop yang digelar oleh dinas atau lembaga terkait, misalnya Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). ”Nah, rencana diadakannya lagi sekolah pendidikan guru yang barangkali bisa jadi dikemas dalam bentuk sekolah kejuruan jurusan keguruan ini juga dapat memberikan dapat positif untuk penguasaan materi dan metode mendidik bagi calon guru. Apabila dapat diterapkan dengan baik, maka pendidikan karakter yang digencarkan akan mudah diterapkan pada siswa di sekolah. Dengan kata lain, saya setuju sekolah menengah keguruan didirikan karena pada dasarnya ada pendidikan karakternya,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sekolah kejuruan itu sudah menjurus pada bidang keguruan sehingga secara otomatis calon pendidik sudah menjiwai profesi guru sejak dini. Lantas, untuk perguruan tinggi dirinya mengusulkan untuk lebih mematangkan kompetensi calon pendidik. Karena tuntutan itu harus selaras dengan kualifikasi pendidikan guru yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni minimal Strata 1 (S1) Kependidikan. ”Kriteria seorang guru seperti apa dulu, akan lebih matang kalau pendidikan guru dimulai dari sekolah kejuruan jurusan keguruan. Karena tidak semua guru itu sama. Misalnya, pendidik mata pelajaran bahasa Indonesia yang didalami juga materi bahasa Indonesia. Lalu, tinggal pengelolaan siswa dan psikologi mengajarnya harus bersikap profesional serta menyenangkan di dalam kelas,” imbuhnya.

Di samping itu, beliau menerangkan pendidikan karakter juga dapat ditanamkan lewat kegiatan Pramuka. Karena dalam kegiatan pramuka, setiap peserta ditanamkan mengenai sikap luhur, di antaranya: kesetiaan, solidaritas, dan kemanusiaan. ”Jadi, wadah pembentukan karakter seperti yang tertuang pada Kurikulum 2013 sebenarnya selaras dengan adanya gerakan kepanduan pramuka dengan implementasi budi pekerti luhur. Pintar kalau sikapnya tidak baik sama juga bohong. Kerja itu yang dibutuhkan tidak hanya pintar tetapi karakter juga,” tegasnya. (R/H)

Related posts