Anggaran Minim, KONI Pacitan Kirimkan 10 Cabor ?Anulir 15 cabor lainnya

Anggaran Minim, KONI Pacitan Kirimkan 10 Cabor Anulir 15 cabor lainnya

Pacitan- Sepuluh cabang olah raga (cabor), siap berlaga di kancah pekan olah raga provinsi (Porprov) Jawa-Timur ke IV. Kesepuluh cabor tersebut meliputi, catur, angkat besi, gulat, volly in door, sepak takraw, billyard, brid, tenis meja, bulu tangkis, serta panjat tebing. Menurut Ketua Umum KONI, Kabupaten Pacitan, H. B. Sugiharjanto, saat ini kesepuluh cabor tersebut, tengah memasuki pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) yang tersebar disejumlah lokasi. Misalnya seperti volly in door, dipusatkan di GOR, sepak takraw di GOR, Gashibu, dan catur di bekas kantor UPT Dinas Pendidikan, Kecamatan Pacitan. “Mereka kita gembleng, agar siap bertanding di laga bergengsi olah raga se Jatim, nantinya,” katanya, Selasa (5/5).

Pengurus organisasi berlatarkan pengusaha itu mengungkapkan, dari sekitar 25 cabor, sepuluh cabor diantaranya dinilai paling siap untuk ikut ambil bagian dalam event dua tahunan tersebut. Itu yang menjadi penilaian KONI Pacitan, kenapa hanya sepuluh cabor yang akan ikut berkompetisi pada Porprov tahun 2015 ini. Selain itu, juga pertimbangan anggaran yang di punya KONI saat ini. Pada Tahun 2013 lalu, KONI sudah banyak mengeluarkan anggaran untuk event tersebut. Terlebih, saat itu Kabupaten Pacitan, menjadi tuan rumah beberapa cabor. Diantaranya Volly pantai, Volly in Door, sepak takraw, serta catur. “Berangkat dari beberapa persoalan itu, KONI Pacitan, memutuskan hanya mengirim sejumlah atlet dari sepuluh cabor. Jumlah atlet yang akan kita kirim, sekitar 72 orang,” bebernya pada awak media, kemarin.

Lebih lanjut Sugi, begitu Sugiharjanto, karib disapa mengatakan, pada event Porprov tahun ini, KONI Pacitan, menargetkan minimal dua medali emas. Khususnya catur, diharapkan bisa menggondol, dua emas di kancah Porprov nantinya. Hal tersebut sangat beralasan, mengingat, talenta para atlet dari Pacitan, tak diragukan lagi. Khususnya cabor catur, yang selama ini sudah ada wakil dari Pacitan sempat tampil di event bergengsi level dunia. “Namun sekali lagi, kita memang terbatas pada sisi anggaran. Seandainya anggaran yang ada sangat ‘longgar’, semua cabor memang akan kita ikutkan,” tutur dia, pada wartawan.

?Sementara itu H. Achmad Sunhaji, Auditor Keuangan, KONI Pacitan, menambahkan, dari 25 cabor, induk organisasi olah raga di Pacitan tersebut memang hanya mengirimkan sepuluh cabor yang dipandang paling berpeluang merebut kejuaraan. “Kita nggak akan muluk-muluk. Yang terpenting, kesepuluh cabor yang akan kita kirimkan tersebut, memang paling berpeluang merebut kejuaraan,” katanya ditempat terpisah.

Diakuinya, selain persoalan kompetensi para atlet, selama ini KONI Pacitan, memang sangat minim masalah pendanaan. Pada event Porprov tahun ini, pemkab hanya mengalokasikan anggaran tak lebih dari Rp 600 juta. Anggaran tersebut memang gede, akan tetapi untuk bisa meraih prestasi yang diharapkan, memang masih jauh dari harapan. Idealnya, dengan pengiriman 10 cabor dan 72 atlet, setidaknya ada save pendanaan sekitar Rp 2 miliar. “Pemkab Madiun, untuk event ini kali, sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar lebih. Ini yang kita harapkan, semoga kedepan perhatian pemerintah terhadap dunia olah raga bisa lebih meningkat,” harap mantan anggota dewan berbasis Partai Golkar tersebut, kemarin.

Sunhaji mengakui, alokasi anggaran tersebut memang sudah ada peningkatan dibanding event Porprov Tahun 2013 lalu, yang dialokasikan anggaran sekitar Rp 400 juta. Padahal saat itu, Kabupaten Pacitan, juga didaulat sebagai tuan rumah beberapa cabor. “Kedepan diharapkan, terus ada perhatian. Sehingga prestasi para atlet dari Pacitan akan banyak mengalami peningkatan,” tandasnya. (yun).

Related posts