Waspadai Gerakan Komunis Diera Reformasi

Waspadai Gerakan Komunis Diera Reformasi

Pacitan – Bahaya laten komunis dimungkinkan masih berkembang subur dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah aktivitas organisasi, baik yang bernafaskan keagamaan atau lainnya dengan menganut faham-faham radikalisem. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, tidak boleh ada ruang sekecil apapun bagi ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi pancasila. “Karena pancasila merupakan ideologi final. Jadi jika ada ideologi komunis yang akan berkembang, harus dicegah,” tegas Susanto, Komisioner KPAI, Minggu (19/4).

Sementara, khususnya di ?Pacitan, benteng kultur masyarakatnya dipandang cukup kuat. Kekuatan benteng kultur yang berakar dimasyarakat itulah menjadi pilar pencegah ideologi komunis. Meski diakuinya, merunut sejarah masa lalu, Pacitan masuk sebagai daerah basis penyebaran gerakan 65. “Harus diakui, saat itu masyarakat terdidik di Pacitan masih sedikit sehingga mudah menjadi korban gerakan komunis. Namun dengan kondisi sekarang, masyarakat terdidik mulai meningkat. Sehingga ideologi komunis bisa tercegah dengan sendirinya?,” jelas Komisioner KPAI asal Pacitan itu, kemarin.

Lebih lanjut, Susanto mengungkapkan, di era orda baru silam, aksi organisasi berpaham komunis, bisa dibilang sangat sadis dan kejam. Hal itulah yang mendasari pemerintah harus melakukan bersih diri (sampul D) bagi calon abdi negara. Akan tetapi seiring berubahnya era dan tampuk kekuasaan, pelaksanaan bersih diri bagi para penyelenggara negara, dinilai sudah banyak mengalami perubahan. Pola zaman dulu belum tentu tepat untuk saat ini. “Yang perlu dipastikan adalah hanya ideologi pancasila yg boleh berkembang. Yang lain tidak boleh tumbuh seperti, idiologi komunis, radikalisme, sparatisme, dan lain sebagainya. Un?tuk memastikan itu, negara harus mengambil langkah serius mulai promotif dan prefentif?,” tukasnya. (yun).

Related posts