Ini Jajanan Khas Sragen

Kripik Pisang

SRAGEN – Berkunjung ke wilayah Sumberlawang akan terasa kurang lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya yaitu, walangan dan keripik pisang khas Sumberlawang. Di Sumberlawang banyak warga yang menggeluti industri rumahan sebagai pembuat jajanan seperti intip mini, walangan, keripik dan ampyang.

Salah satunya adalah usaha milik Ibu Sri yang berlokasi di belakang Puskesmas Sumberlawang. Usaha rumahan yang digelutinya ternyata sudah dikenal hingga luar daerah antara lain Jawa Timur, Jawa Barat dan Jakarta. Seringkali jajanan khas ini juga dipakai sebagai oleh-oleh para pejabat penting Sragen jika melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

Harganya yang terjangkau serta rasanya yang gurih, renyah menjadikan jajanan ini disukai banyak orang. Walangan dan ampyang menjadi andalah di kedai milik Ibu Sri ini. per bungkus hanya dibandrol mulai harga Rp. 6.000. Disamping walangan dan ampyang, kripik pisang juga menjadi andalah makanan khas Sumberlawang.

Awalnya, warga tidak pernah menyangka jika camilan yang dibuat untuk konsumsi sendiri ternyata laku keras di pasaran. Satu per satu pembuat keripik pisang bermunculan, bahkan kini sudah dikoordinir oleh PKK dan pemerintah daerah khususnya bagian PP dengan melibatkan puluhan ibu rumah tangga.

Di Daerah Sumberlawang mudah sekali untuk mendapatkan bahan baku produksi. Pisang tumbuh subur. Bahkan bisa dibilang, hampir setiap pekarangan ada pohon pisang. Bahan bakunya mudah sekali didapatkan dengan harga yang sangat murah, jadi tidak perlu repot bagi pembuat keripik.

Keripik pisang Sumberlawang memang berbeda dari keripik pisang lainnya. Rasanya lebih renyah dan gurih. Keripik dijual dengan beragam ukuran, mulai bungkusan kecil-kecil, hingga ukuran besar, tergantung permintaan. Biasanya, para pedagang datang membeli dalam porsi besar dan dibungkus dalam ukuran bervariasi untuk dipasarkan di toko-toko dan supermarket.

Untuk rasa juga beragam, mulai dari yang manis, asin dan manis asin. Potensi ini membuat Pemda Kabupaten Sragen turun tangan untuk membesarkan potensi UKM di Kecamatan sumberlawang tersebut. Pemda berupaya juga melakukan pelatihan dan penyuluhan khususnya PKK Kecamatan dan Bagian Pemberdayaan Perempuan yang bekerjasama juga dengan pihak akademisi dari UNS. Tentu saja ada ramuan bumbu yang membuat keripik pisang ini lebih istimewa. Masing- masing pembuat keripik pastinya punya rahasia ramuan sendiri-sendiri. (wartaasri.com/Sragen)

Related posts