Yuk!! jalan – jalan ke kampoeng batik laweyan

Yuk jalan - jalan ke kampung batik laweyan

Solo – Siapa yang tak mengenal kain batik, Kain hasil kerajinan melukis ini merupakan salah satu ikon yang dimiliki bangsa Indonesia dan termasuk budaya warisan nenek moyang sekaligus kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi.

Laweyan yang sekarang di kenal dengan sebutan Kampung Batik Laweyan adalah salah satu sentral produksi batik terbesar dikota Solo dari sekian banyak sentral-sentral batik di daerah Solo. Dari data terakhir yang kita dapat dari salah satu Humas karyawan toko batik Mahkota yakni Eko (45) terdapat 80 lebih toko batik yang ada di dalam lingkup Kampung Batik Laweyan meliputi toko, dan tempat produksi.

“kalau kita bicara dilingkup laweyan, data terakhir ada sekitar 80-85 itu meliputi toko dan tempat produksi”. (29/3/15)

Kiai Ageng Henis adalah tokoh pertama yang mendirikan Desa Laweyan , peninggalannya pun masih disimpan dan bisa dilihat di Masjid Laweyan selatan . Kejayaan desa Laweyan yakni pada masa berdirinya Sarekat Dagang Islam yang di ketuai Ki Haji Samanhudi. Pada masa itu batik di produksi sangat melimpah.b

Sebelum tahun 2004 hampir semua kegiatan batik meliputi jual beli dan produksi di Laweyan 90% hampir fakum dan tidak beraktifitas di dunia batik lagi. Tapi setelah para sesepuh berkumpul memperhatikan dan ingin mengembalikan kejayaan seperti era dulu di Kampung batik Laweyan, dari situ terbentuklah Forum Pengembangan Batik Laweyan.

Forum tersebut mempunyai tugas sebagai pusat pemikiran supaya kampung Batik Laweyan ini bisa semakin maju. Disamping itu juga sebagai tempat mempromosikan keluar daerah dan untuk mengadakan latihan-latihan serta bekerjasama dengan pihak Pemerintah, pihak Swasta dan di dunia Pendidikan.

Related posts