Penguatan struktur “Candi Perwara Prambanan”

Penguatan struktur Candi Perawa Perambanan

 

Solo – Candi Perwara Prambanan merupakan sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha.Bangunan candi yang mengelilingi candi utama di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memugar satu dari 244 candi parawa, yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

Wahyu Astuti seorang Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta yang didampingi oleh staf Arkeolog Yoses Tazaq, mengatakan pemugaran Candi Perwara ini memprioritaskan penggunaan material asli dan kami menghindari penggunaan bahan kimia untuk perekat batu , fungsinya untuk mencegah kerusakan bebatuan.

Seiring perkembangan zaman dengan sentuhan teknologi semakin modern digunakan untuk menguatkan struktur dan susunan batu-batu Candi Perwara Prambanan, yang akan terus dikembangkan agar tidak merusak struktur dan susunan asli candi, Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta juga sedang melakukan studi teknis dan kelayanan candi.

Ia juga mengatakan untuk mencegah terjatuhnya batu ketika ada goncangan atau gempa bumi dilakukan pemasangan angkur yang bisa membuat aman , untuk merekatkan susunan batu-batu Candi.Yang dibuat larutan dari campuran bubuk batuan alami seperti zeolit, gamping, serta pasir. Larutan ini digunakan untuk menggantikan semen yang dapat merusak batu Candi.

Saat ini dari seluruh Candi Perwara baru dua yang sudah kembali berdiri yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Hindia-Belanda pada masa penjajahan Belanda. antaranews.com

Related posts