KP3, Mengaku Kecewa SKPD calon pengguna aset terkesan lamban bersikap

KP3, Mengaku Kecewa SKPD calon pengguna aset terkesan lamban bersikap

Pacitan – Rencana penggunaan asrama pelajar milik Pemkab Pacitan yang ada di Jogjakarta, tak kunjung ada kejelasan. Sejumlah mahasiswa yang tergabung didalam Kelompok Pemuda, Pelajar, Pacitan (KP3) mengaku kecewa, lantaran perintah Bupati Indartato kepada calon SKPD pengguna aset daerah, tak segera dilaksanakan. Fahmi Esa, Ketua KP3, mengatakan, pihaknya sejatinya sangat mengapresiasi niat baik pemkab menyerahkan mess pelajar untuk ditempati para mahasiswa asal Pacitan yang tengah menempuh bangku kuliah di Jogjakarta. “Kami sebenarnya sangat apresiatif tindak lanjut dari sejumlah personil Pemkab Pacitan yang pernah datang ke sini (asrama pelajar, Red). Mereka memang sudah membentuk tim khusus,” kata Fahmi, yang kemarin sempat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Kendati begitu, mahasiswa asli Pacitan itu ?sangat kecewa terkait lambannya proses administrasi agar mess pelajar itu bisa segera ditempati. Sementara, tahun ajaran baru sudah semakin dekat. “Ternyata yang kami harapkan tidak sesuai dengan instruksi bupati. Kami mengira, saat beliau memerintahkan, bulan Maret ini sudah bisa dipergunakan. Akan tetapi kenyataannya seperti ini (belum bisa dipergunakan),” bebernya pada wartawan.

Lebih lanjut Fahmi mengungkapkan, sejatinya KP3 tidak begitu menyoal terkait molornya pengadaan fasilitas sarana dan prasarana gedung. Sebab yang lebih urgensi, justru pendayagunaan bangunan gedung. Menurutnya, fasilitas bisa menyusul tidak harus pada tahun ini diadakan. “Kami sudah menjalankan program kerja jangka panjang, terkait pendayagunaan gedung asrama. Seperti cagar kearifan lokal dan budaya diskusi diasrama tersebut agar pemuda Pacitan yang ada di Jogjakarta bisa menjadi generasi yang berkualitas dan juga untuk memupuk budaya guyup rukun,” tandasnya.

Pihak KP3, lanjut dia, sangat tidak menginginkan, nasib asrama pelajar yang dibangun dengan anggaran cukup besar tersebut akan bernasib sama seperti asrama pelajar di kota lain yang hanya dijadikan tempat tinggal. Parahnya lagi, kalau sampai mangkrak tak terurus. “Kami sangat menyayangkan, kalau asrama pelajar milik Pemkab Pacitan bernasib seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Sekkab Pacitan, H. Suko Wiyono, selaku pengelola aset daerah menyatakan, pemkab sangat serius merencanakan mess pelajar untuk dipergunakan sebagai asrama mahasiswa Pacitan yang ada di Jogjakarta. ?Hanya saja, kata dia, saat ini calon SKPD pengguna masih merencanakan soal penyediaan sarpras serta kriteria calon mahasiswa yang akan menempati asrama tersebut. “Masih kita rencanakan, soal penyediaan sarprasnya serta kriteria calon mahasiswa yang akan menempati,” tegasnya. (yun).

Related posts