Sekkab Imbau Ada Pendekatan Kemanusiaan Terkait kontroversi keberadaan Rupintec Pacitan.

sekkab imbau ada pendekatan

PacitanNews – Kontroversi keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pintar Telecenter (Rupintec) Kecamatan/Kabupaten Pacitan, mendapat perhatian serius Sekkab, H. Suko Wiyono. Dalam keterangan persnya, pejabat teras yang juga sebagai pengelola aset daerah tersebut menyatakan, agar semua pihak bisa bersikap dingin dan jangan emosional dalam mencari solusi atas digunakannya salah satu bangunan dikawasan Rupintec oleh pihak diluar sistem. “Kita selesaikan masalah tersebut dengan hati dan kepala dingin. Sebab, selain pendekatan aturan, juga perlu pendekatan persuasif dan kemanusiaan. Hal tersebut agar tidak menciptakan ketersinggungan,” kata Suko Wiyono, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (11/2).

Mantan Inspektur kabupaten itu mengungkapkan, selama ini pemerintah daerah, memang kurang begitu paham asal-usul keberadaan pihak diluar sistem yang sudah hampir lima tahun lebih menempati salah satu bangunan di kawasan Rupintec. Namun, dia meyakini, semua itu pasti ada historia yang melatarinya. Meski begitu, top manager birokrasi tersebut enggan mengungkapkan, fakta-fakta sejarah dimaksud. “Yang jelas, kita perlu lakukan pendekatan-pendekatan kemanusiaan,” tandasnya, kemarin.

Sekalipun belum ada tindakan tegas dari pihak pengelola aset daerah, namun persoalan pelik yang saat ini tengah berkembang di UPT Rupintec, diharapkan segera ada win-win solution dari pihak-pihak terkait. Khususnya SKPD pengguna, pengelola, maupun kuasa pengelola aset daerah. Sebab masalah tersebut bisa terus berkembang dan rawan memunculkan kecemburuan sosial dari masyarakat lainnya. Karena itu, Sekkab berjanji, sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak diluar sistem tersebut, agar masalah itu bisa segera ada penyikapan. Kalaupun masih tetap digunakan, tentu harus melalui mekanisme aturan yang ada. “Sebab bagaimanapun juga, itu aset daerah. Penggunaannya harus jelas, sesuai tata aturan yang ada. Namun sisi kemanusiaan juga harus dipertimbangkan,” pungkasnya. (yun).

Related posts