Rupintec Sah Sebagai Aset Daerah Penggunaannya diharapkan sesuai tupoksi SKPD pengguna.

Rupintec sah sebagai aset daera

Pacitan – Status kepemilikan lahan dan bangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pintar Telecenter (Rupintec) Kecamatan/Kabupaten Pacitan, sudah beralih hak kepada Pemkab Pacitan, sejak Tahun 2007 lalu. Hal tersebut terungkap berdasarkan kartu inventarisasi barang aset daerah. Menurut data tersebut, tanah tempat berdirinya Gedung Rupintec tercatat dengan kode barang 01.01.11.04.01 dan register nomor 01. Kode lokasi lahan tercatat bernomor 13.09.08.01.04.02. Adapun luasan lahan tercatat 433 meter persegi dengan harga tanah saat itu sebesar Rp. 123.405.000.

Sementara ?untuk bangunan, tercatat dengan kode lokasi 13.09.08.01.04.02, dan kode barang nomor 03.11.01.01.01, tanggal perolehan 19 Desember 2007, nomor dokumen gedung 41 Tahun 2007. Menurut data diatas, aset bangunan gedung Rupintec tercatat seluas 240 meter persegi yang berasal dari hibah Yayasan Wabpim, senilai Rp. 450.000.000.

Kabid Aset, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) setempat, menegaskan, secara de jure, semua ?aset baik berupa lahan maupun bangunan UPT Rupintec, sudah menjadi hak milik Pemkab Pacitan. Namun soal kewenangan penggunaan, ada di SKPD pengguna. “Kami hanya fungsi administratif. Sebab aset tersebut sudah ada ketetapan pengguna kepada salah satu SKPD. Sehingga kewenangan penggunaannya ya ada di SKPD tersebut,” jelas Joko, Selasa (10/2).

Menurut Joko, merujuk PP 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, kuasa pengelola ada ditangan bupati. Sedangkan Sekkab, sebagai pihak pengelola. “Semua aset daerah pada prinsipnya bisa dipergunakan oleh SKPD sebagai penunjang kinerjanya. Kecuali kalau aset tersebut sudah tidak dipergunakan, harus dikembalikan kepada pengelola,” tegas dia.

Sementara itu sebagaimana pernah diberitakan, keberadaan Rupintec Pacitan, tengah disorot sejumlah pihak. Hal tersebut terkait keberadaan salah satu bangunan yang ada di kawasan Rupintec yang ditengarai diselewengkan dari sisi keperuntukannya. Bangunan mirip kios dengan tiga ruang tersebut, saat ini dipergunakan sebagai rumah tangga dan perniagaan oleh pihak diluar sistem. ? Namun pemerintah setempat, khususnya Dinas Pendidikan, selaku SKPD pengguna seakan tutup mata. (yun).

Related posts