Ratusan Peserta Kemah Dievakuasi Tenda-tenda perkemahan terendam banjir.

ratusan peserta kemah

Pacitan – Hujan deras yang mengguyur Pacitan dan sekitarnya, Rabu (11/2) malam, kemarin, mengakibatkan banjir disejumlah titik dikawasan kota. Pantauan wartawan menyebutkan, guyuran air hujan yang begitu derasnya mengakibatkan debit air sungai, tepatnya di seputaran Kelurahan Pacitan dan Pucangsewu meluber hingga tumpah ke jalanan. Tak pelak, jalan-jalan protokol dikawasan tengah kota terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa. Luberan air berwarna kecokelatan tersebut, paling parah terjadi disepanjang Jl. A.Yani, tepatnya didepan RSD Pacitan, hingga depan Kantor Perpustakaan dan Arsip.

Banjir juga sempat menggenangi depan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa hingga depan Mapolres. Tidak hanya berhenti disitu, banjir juga melanda kawasan pemukiman padat di Jalan Cokroaminoto, dan lingkungan kampus STAINU Pacitan. Genangan air baru bisa surut setelah tiga jam lebih sejak intensitas hujan mulai mereda.

Sementara itu diperoleh informasi, akibat diguyur hujan deras, kegiatan perkemahan di Bumi Perkemahan, Pantai Pancer Door, harus dibubarkan. Beberapa peserta kemah, terpaksa harus dievakuasi dari lokasi perkemahan menuju gedung olah raga (GOR), lantaran tenda-tenda mereka basah kuyup tersiram air hujan. Yang lebih memprihatinkan lagi, kawasan bumi perkemahan yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota tersebut, juga terendam banjir. Bupati Pacitan, H. Indartato bersama first lady Pacitan, Hj. Luki Baskorowati Indartato?, menyempatkan diri meninjau proses evakuasi hingga tuntas. Pada kesempatan tersebut Sekkab Pacitan, H. Suko Wiyono, Kepala Dinas Kesehatan, Rachmad Dwiyanto, Direktur RSD, Iman Darmawan, Kepala Dinsosnakertrans, Sunaryo, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, T. Andi Faliandra, dan Ketua Pelaksana BPBD, Tri Mujiharto, ikut serta meninjau kegiatan perkemahan yang harus dibubarkan lantaran terendam banjir tersebut. Saat dikonfirmasi, orang nomor satu di Pemkab Pacitan itu menginginkan agar para peserta kemah yang jumlahnya mencapai 120 orang, segara dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Bupati menginstruksikan, agar mereka di pindahkan sementara ke GOR. “Sementara waktu kita evakuasi ke GOR, mengingat lokasi perkemahan sudah membahayakan,” tegas Indartato.

Selain di lokasi GOR, beberapa anggota pramuka tingkat penggalang tersebut, juga ada yang dievakuasi ke tempat tinggal pembinanya. Pun, juga tak sedikit para peserta perkemahan yang dibawa pulang oleh orang tuanya. “Yang terganggu kesehatannya, segera dibawa ke RSD guna mendapatkan pertolongan medis,” tandas bupati, dilokasi kejadian.

Ketua Pelaksana BPBD Pacitan, Trimujiharto, menambahkan, proses evakuasi semalam melibatkan beberapa pihak. Selain BPBD, instansi terkait lainnya, seperti Dinkes, Disbudparpora, Dinsosnakertrans, kepolisian dan TNI, turut berbaur memberikan pertolongan. Dia menyebut, dari 1600 anggota pramuka peserta kemah, 600 orang diantaranya perlu dievakuasi, lantaran tenda-tenda mereka tergenang banjir. “?Bukan siswanya yang terkena banjir, namun lokasi perkemahannya yang terendam air hujan,” jelas Tri, ditempat terpisah.

Kondisi tanggap darurat itu dilakukan, sebagai wujud perhatian pemerintah daerah kepada peserta kemah yang memang kondisinya sangat membayakan. Saat berada di tempat pengungsian yang dipandang lebih aman dan terhindar dari bahaya, Pemkab Pacitan, dengan melibatkan personil BPBD, Satpol.PP, dan Dinsosnakertrans, membuka dapur umum hingga menjelang subuh. “Kami sediakan 1000 nasi bungkus bagi mereka. Alhamdulillah, saat proses evakuasi berjalan lancar. Kami dibantu armada ambulan dari Dinkes, serta truk-truk dobel milik TNI dan kepolisian,” beber mantan Kabag Umum, Setkab Pacitan itu, kemarin.

Lebih lanjut Tri mengungkapkan, dari ribuan peserta kemah, semua bisa dievakuasi dilokasi aman. Meski ada yang mengalami sakit, namun tim medis dari Dinkes dan RSD langsung memberikan pertolongan. “Mereka hanya kedinginan lantaran basah kuyup terkena siraman air hujan. Tapi secara umum, dalam kondisi sehat,” tandasnya. (yun).

Related posts