Indartato Kecewa Capaian Kinerja Dinas Pendidikan

Sekolah

Pacitannews-Minimnya capaian kinerja di lingkup Dinas Pendidikan, mendapat perhatian serius Bupati Indartato. Mungkin karena beberapa pertimbangan tersebut, orang nomor satu di Pemkab Pacitan itu, harus melakukan mutasi hingga kali kedua. Kebijakan Bongkar- pasang pejabat tersebut, paling banyak terjadi di SKPD dibawah kendali Sakundoko itu.

Menurut bupati, capaian kinerja lingkup Dinas Pendidikan pada Tahun Anggaran 2014 lalu, baru menyentuh level 81,76 persen. Sehingga masih tersisa sebesar 18 persen lebih, target kinerja yang tidak bisa dilaksanakan. “Karena itu perlunya penyegaran, agar kinerja organisasi lebih profesional. Sehingga harapan pemerintah menuju masyarakat sejahtera bisa terwujud,” kata Indartato, disela-sela prosesi pengukuhan guru madya yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, Senin (26/1).

Yang lebih memprihatinkan lagi, pada kurun waktu Tahun 2013 lalu, dari 92 indikator capaian kinerja, hanya terealisasi sebesar 37 indikator. Sementara selebihnya, sebanyak 55 indikator harus terlewatkan. Pada kesempatan kemarin, bupati berlatar Partai Demokrat itu juga menyinggung angka partisipasi kasar (APK) tingkat SMP, Madrasah Tsanawiah, dan paket B, yang baru tercapai 85 persen dari 90 persen yang ditargetkan. “Ini tanggung jawab kita bersama. Bagaimana masyarakat bisa sehat, pinter, sehingga bisa terwujud kesejahteraan,” sindir mantan Kepala Bappeda tersebut, kemarin.

Selain angka keragaan capaian kinerja yang disorot masih jauh dari harapan, Indartato juga mengungkapkan, masih minimnya infrastruktur pendidikan, seperti halnya bangunan gedung dan peralatannya. Untuk jenjang pendidikan SMP, Madrasah Tsanawiah, dari 96 persen yang ditargetkan, baru terealisasi sebesar 90 persen. Demikian ketersediaann guru bersertifikasi, dari 72 persen yang ditargetkan, baru tercapai 58 persen, dan guru bersertifikasi pendidikan, dari target 80 persen, hanya terealisasi 67 persen. Sementara terkait ruang kelas, jenjang SD, dengan ketersediaan meja dan kursi, diakui bupati sudah mencapai 100 persen. “Namun bagi SMP, Madrasah Tsanawiah, masih tercapai 38 persen,” tutupnya. (yun/Nahrowi).

Related posts