Dinas Pendidikan Dituding Lamban Bersikap Terkait polemik yang mengiringi keberadaan Rupintec Pacitan.

Dinas Pendidikan Dituding

Pacitan – Salah satu bangunan dikawasan Rupintec Pacitan yang dimanfaatkan pihak diluar sistem sebagai tempat tinggal dan usaha perniagaan.Dinas Pendidikan selaku pengguna aset daerah Gedung Rumah Pintar Telecenter (Rupintec) yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, dinilai lamban dalam menyikapi polemik terkait penggunaan salah satu bangunan di kawasan gedung hasil hibah dari Yayasan Wabpim yang ditengarai tidak sesuai keperuntukannya itu. Terbukti, hingga hari kedua turunnya pemberitaan miring soal keberadaan Rupintec, namun SKPD dibawah kendali Sakundoko tersebut seakan bergeming belum melakukan langkah apapun. ?Bahkan, mereka terkesan masa bodoh sekalipun fenomena tidak semestinya itu jelas melanggar ketentuan Peraturan Perundang-Undangan, khususnya PP 27 Tahun 2014, tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan setempat, Sakundoko, mengatakan, lantaran padatnya agenda prosesi Hari Jadi Pacitan ke-270, hingga membuat dirinya lalai menyelesaikan persoalan pelik tersebut. “Maaf, agenda kerja beberapa hari ini memang sangat padat. Hingga belum bisa anjang sana ke Rupintec guna melakukan klarifikasi lapangan,” ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) tersebut, Rabu (11/2).

Sekalipun begitu, Sakundoko berjanji, segera melakukan klarifikasi dengan pihak terkait. Terutama status yuridis kepemilikan lahan dan gedung Rupinte?c. Menurutnya, seandainya lahan berikut bangunan gedung Rupintec, benar-benar sudah beralih hak kepemilikan ke Pemkab Pacitan, pemanfaatan salah satu bangunan yang tidak menunjang tupoksi SKPD, jelas dinilai sangat menyalahi aturan. “Karena itu, kita akan cros cek lapangan dulu. Sebenarnya, lahan dan semua bangunan di kawasan Rupintec itu sudah beralih hak kepemilikan ke Pemkab ataukah belum,” tegas pejabat asal Kabupaten Trenggalek tersebut pada awak media, kemarin.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu dijajaran SKPD yang menaungi dunia pendidikan tersebut langsung menginstruksikan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan serta Kasubag Umum dan Kepegawaian, untuk segera turun lapangan melakukan klarifikasi. “Sudah kami perintahkan kepada sekretaris dinas dan kasubagnya, agar hari ini segera melakukan klarifikasi,” cetus Sakundoko.

Kasubag Umum dan Kepegawaian, Sekretariat Dinas Pendidikan Pacitan, Tjuk DS, menegaskan, sebagaimana arahan kepala SKPD, hari ini juga pihaknya segera turun ke lokasi guna melakukan klarifikasi. Tjuk juga mengatakan, secara aturan karena aset tersebut saat ini tengah digunakan SKPD, tentu segala kegiatan yang ada dikawasan tersebut harus selaras dengan tupoksi SKPD pengguna. “Kalau untuk kegiatan diluar tupoksi SKPD, jelas menyalahi. Tapi lebih jelasnya, kita akan melakukan cek lapangan dulu guna mengumpulkan informasi-informasi dan keabsahan kepemilikan lahan maupun gedung Rupintec tersebut,” bebernya, ditempat terpisah.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pemerintahan, Setkab Pacitan, Putatmo Iskandar, menambahkan, secara de jure, aset berupa lahan dan bangunan gedung Rupintec saat ini, memang sudah beralih hak, dari Yayasan Wabpim ke Pemkab Pacitan. Khususnya lahan, Pemkab Pacitan sudah membelinya dari pihak ketiga seharga Rp. 123.405.000. Diakuinya, sebelum lahan seluas 433 meter persegi itu dibeli pemkab, memang sudah berdiri bangunan gedung Rupintec. “Dalam perjalanannya, aset bangunan tersebut oleh pihak yayasan akhirnya dihibahkan ke pemkab,” terangnya.

Soal bukti kepemilikan, berupa sertifikat hak milik (SHM) atas tanah seluas 433 meter persegi tersebut, lanjut Putatmo, memang masih terbagi dalam dua SHM. Satu diantaranya sudah tertera atas nama Pemkab Pacitan. Sedangkan satu SHM lainnya, tepatnya disebelah Barat gedung induk Rupintec, memang masih menyebutkan pihak lain. Namun saat ini, sudah dilakukan proses balik nama. “Satu SHM masih dalam proses peta bidang?. Sebentar lagi juga kelar, dan berubah nama kepemilikan,” tandasnya. (yun).

Related posts