“Bothok Mercon” Khas Sragen

download

Sragen – Sangat pedas dan terasa panas di lidah, begitu yang pertama kali terasa saat menyantap bothok mercon. Rasa pedas yang amat sangat ini merupakan ciri khas bothok yang satu ini. Bagi pecinta masakan-masakan bercita rasa pedas, botok ikan patin ini dijamin akan membuat ketagihan. Kebanyakan penikmat bothok mercon akan menghabiskan 2 hingga 3 gelas minuman untuk mengimbangi rasa pedas yang serasa melekat lidah.

Mercon membawa berkah

Bisa dipastikan bothok yang berlabel “Mercon” ini hanya dapat dijumpai di daerah Sragen. Tepatnya di sebuah warung kecil di dusun Tenggak, Desa Nglombo, Kecamatan Sidoharjo. Telah 30 tahun lebih warung kecil yang berdiri di dekat jembatan Gawan ini setia dengan menu tunggalnya yakni bothok mercon. Sudah 9 tahun warung milik Wiro Admojo dan Tumiyem ramai dikunjungi pelanggan yg kebanyakan berasal dari luar daerah Sragen. “Banyak juga pejabat dari Semarang yang mampir ke warung kami” terang Wiro sambil melayani pelanggan.

Nama “Mercon” untuk warungnya, menurut Bapak berusia 66 tahun ini merupakan pemberian dari Bupati Sragen, Agus Factur Rahman. “Kala itu beliau sering berkunjung ke warung saya ini, kemudian beliau memberikan nama Mercon, sesuai dengan citarasa pedas botok ikan patin menu tunggal kami” terang Wiro.
7 Jan 2009, botok Mercon
Empat Banding Satu

Untuk memberikan rasa yang sangat pedas, untuk 4 kilogram ikan patin dibumbui lombok 1 kilogram. Setiap harinya ia menghabiskan minimal 16 kilogram ikan patin untuk diolah menjadi bothok. Setiap kilogram ikan patin dapat diolah menjadi 9 bungkus. Sehingga dalam satu hari rata-rata ia dapat menyajikan 144 bungkus. Sejak berdiri hingga sekarang, setiap harinya bothok merconnya selalu habis.

Wiro dan Tumiyem sangat hati-hati dalam menjaga cita rasa bothok merconnya. Sehingga untuk meracik bumbu-bumbunya selalu diraciknya sendiri. Bila diracik oleh orang lain menurut Tumiyem rasanya pasti akan berbeda. Bumbunya termasuk sederhana, yakni bawang merah, bawang putih, garam, daun salam, tomat dan lombok. Meskipun banyak pelanggan yang tak tahan dengan rasa pedas sewaktu menyantap bothok mercon, namun bisa dipastikan suatu saat akan kembali mengunjungi warungnya. (wartaasri/Sragen)

Related posts