Belasan SD Tanpa Kepala Sekolah

SDN 1 Donorojo

Pacitannews-Belasan lembaga sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pacitan, tanpa keberadaan seorang kepala sekolah. Hal tersebut dibenarkan Rino Budi Santoso, Kasie Tenaga Kependidikan TK/SD, Bidang Ketenagaan, Dinas Pendidikan, kemarin (28/1).
Menurut Rino, ?belasan SD tanpa kepala sekolah tersebut, dikarenakan pensiun dan habis masa jabatannya. “Tujuh lembaga, habis masa jabatannya. Dan lima lembaga, dikarenakan pensiun,” sebutnya.

Menyikapi kekosongan guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah disejumlah SD itu, Dinas Pendidikan, sudah menyampaikan usulan kepada bupati. Dia menyadari, terlambatnya pengisian kepala sekolah di beberapa SD tersebut, lantaran calon-calon pemimpin disekolah itu baru menyelesaikan pendidikan dan latihan (Diklat) sebagai persyaratan menjadi kepala sekolah. Selain itu, pelaksanaan ujian nasional pada Mei mendatang, juga menjadi sedikit kendala pelantikan kepala sekolah yang masa akhir jabatannya pada Bulan Februari, Maret ataupun April. Selain persoalan diatas, Rino juga menegaskan, syarat masa kerja minimal dua tahun di suatu lembaga sekolah, juga menjadi ketentuan, seorang guru bisa diberikan tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Ketentuan tersebut, memang berbeda dengan pengukuhan kepala sekolah jenjang SLTP. “Yang pasti, saat ini masih dalam proses usulan. Hasilnya bagaimana, semua bergantung pemerintah daerah,” tutur Rino.

Lebih lanjut, pejabat eselon IVB itu mengungkapkan, pengisian kursi kepala sekolah jenjang SD, tidak ada keterkaitannya dengan perubahan kurikulum. Meski, menurut Kepala BKD setempat, H. Fatkhur Rozi, perubahan kurikulum 13 ke KTSP, akan dijadikan bahan pertimbangan bagi Tim Bapperjakat dan juga pejabat pembina kepegawaian dalam menentukan pengukuhan guru madya yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. “Perubahan (kurikulum, Red) itu, akan dijadikan bahan pertimbangan. Sehingga kami belum bisa memastikan, kapan kekosongan kepala sekolah disejumlah SD tersebut akan diisi,” jelasnya, ditempat terpisah.

Namun terkait jumlah dan teknis usulan calon kepala sekolah, Dinas Pendidikan yang lebih berkompeten memberikan penjelasan. “Mereka yang akan mengusulkan. Kami akan memproses setelah ada usulan dari Dinas Pendidikan,” tandasnya. (yun).

Related posts