Ratusan Anak Putus Sekolah

sekolah

pacitan – Berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, ternyata tidak berbanding linier dengan kemajuan dunia pendidikan. Itu terbukti, saban tahunnya, ada ratusan anak putus sekolah di Kabupaten Pacitan. Dari data Dinas Pendidikan, setempat, selama tahun 2013 menyebutkan, sebanyak 301 anak putus sekolah. Sedang dalam rentang tahun 2014, sekalipun sempat terjadi
penurunan, namun angka putus sekolah masih mencapai 115 anak.

Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Ronny Wahyono, mengatakan, sebenarnya guna menekan angka putus sekolah, harus diketahui dulu apa
alasan mereka sehingga terpaksa putus sekolah. “Apakah karena faktor
ekonomi, atau minimnya kesadaran terhadap pendidikan,” jelas wakil rakyat berbasis Partai Demokrat tesebut, Minggu (18/1).

Meski begitu, kondisi topografi kabupaten berjuluk Kota 1001 Goa tersebut, memang menjadi kendala cukup dilematis. Pendirian gedung-gedung sekolah di daerah
terpencil, dinilai kurang efektif. Mengingat, kurangnya jumlah guru, tidak berdampak terhadap jumlah murid dalam daerah terpencil. “Ini kendala yang harus kita pecahkan bersama,” tegas Ronny.

Sementara itu, pada masa sekarang ini, pendidikan merupakan suatu kebutuhan primer. Sebab, pendidikan memegang peranan penting. Pada saat orang–orang berlomba untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin, tetapi disisi lain ada sebagian masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan secara layak, baik dari tingkat dasar maupun sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu ada juga anggota masyarakat yang sudah dapat mengenyam pendidikan dasar namun pada akhirnya putus sekolah juga. Ada banyak faktor yang menyebabkan putus sekolah seperti keterbatasan dana pendidikan, karena kesulitan ekonomi, kurangnya fasilitas pendidikan dan karena adanya faktor lingkungan (pergaulan).

Pemenuhan hak pendidikan tersebut diperoleh secara formal di sekolah, secara informal melalui keluarga. Khususnya pendidikan formal tidak semua anak mendapatkan haknya karena kondisi-kondisi yang memungkinkan orang tuanya tidak dapat memenuhinya.
Kemiskinan karena tingkat pendidikan orang tua rendah merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan keterlantaran pemenuhan hak anak dalam bidang pendidikan formal sehingga anak mengalami putus sekolah.

Orang tua mempunyai peranan dan dasar terhadap keberhasilan perkembangan anak, sedangkan tugas dan tanggung jawab untuk hal tersebut adalah tugas bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah serta anak itu sendiri.

Secara alami anak lahir dan dibesarkan dalam keluarga. Sejak lahir anak sudah dipengaruhi oleh lingkungan yang terdekat yaitu keluarga, akibat ketidak mampuan ekonomi keluarga dalam membiayai sekolah menimbulkan masalah pendidikan seperti masalah anak putus sekolah. (yun)

Related posts