Es Dawet “NGUDI ROSO” Cikal Bakal Es Dawet Prambanan

Sejak tahun 1990 pak Karno (50) berdagang dawet (cendol) prambanan, melewati itulah beliau dapat menghidupi keluarganya juga mensekolahkan anak-anaknya, pak Karno juga yang mempelopori pertama kali dodolan dawet di seputaran bogem yang lebih kita kenal dengan dawet prambanan. Depot dawet cikal bakal tersebut diberi nama “Ngudi Roso” yang artinya mengeluhkan rasa atau lebih berarti mengeluh rasanya enak. Karno yang juga warga Bayat, Klaten, Jawa Tengah menekuni dagang dawet hingga 15 tahun tersebut.

Karno yang mengaku kebanyakan pelanggan yang datang mayoritas dberasal dari kota Solo,
es dawet atau es cendol disini beda dengan es dawet lainya, untuk dawetnya sendiri berwarna putih bening, bukan hijau seperti dawet pada umumnya. Ditambah dengan santan yang gurih dipadu dengan manisnya gula Jawa serta pembeli dapat di menambahkan dengan irisan tape ketan yang harum menjadikan minuman ini begitu menyegarkan. Karno mematok harga es dawet yang dijualnya yakni 2500,-/gelas.

Saat musim hujan pendapatan Karno dari jualan dawet mencapai Satu juta rupiah belum nanti musim panas. Saat liburan ataupun saat lebaran sekalipun Karno mengaku omset penjalan dawetnya bisa 4x lipat. Karno tidak sendiri menjajakan dawetnya, ia ditemani anak bungsunya yang juga mahir dalam meracik cikal bakal dawet prambanan ini.

“Ini dulu dari mertua saya yang sekarang dawet ini saya teruskan bersama anak-anak, memimpin anak-anak saya cukup di belakang membantu mereka”, ungkap Karno

Saat disinggung mengenai resep dari es dawetnya Karno mengaku hanya seperti dawet pada umumnya, namun ia sebagai kepala rumah tangga mahir dalam meracik dan membuat dawet dari bahan bahan yang di buatnya dirumah. Karno mengaku hasil jualan ini lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya.

Es dawet Ngudi Roso letaknya di seberang jalan Supit Bogem atau sebelum kantor BP3, bila sedang melakukan perjalanan melewati Candi Prambanan ke arah Jogja makan disebelah kiri jalan akan menjumpai beberapa penjual dawet sepanjang jalan. Salah satunya Ngudi Roso tempat Pak Karni ini.#Gilang

Related posts