Dua Tunggangan Pejabat, Berplat Nomor Ganda

Plat Nomor Ganda

Pacitan – Penataan tanda plat nomor kendaraan operasional dinas di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), lingkup Pemkab Pacitan, masih amburadul. Terbukti, dari pantauan wartawan dilapangan menyebutkan, saat ini masih ditemukan dua mobil dinas (mobdin) jenis Toyota Inova, bernomor polisi ganda, yakni AE 23 XP. Kedua mobdin tersebut, satu diantaranya milik Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Sedang satu mobdin dengan letter yang sama, diketahui milik Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Pacitan.

Hingga detik ini, kedua mobdin warna hitam itu masih memasang plat nomor polisi sama. Kepala Bidang Aset, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) setempat, Joko Suparyono, membenarkan masih adanya dua kendaraan dinas dengan menggunakan plat nomor sama. Kedua tunggangan milik negara tersebut, di gunakan sebagai kendaraan operasional dinas pejabat eselon IIb. “Yang satu dikendarai Asisten Perekonomian dan Pembagunan, sedangkan satunya lagi dikendarai Kepala Bakesbangpol,” ujarnya, Jumat (9/1).

Joko menyadari, dua plat ganda yang sampai saat ini masih menempel di kendaraan dinas pejabat tersebut, lantaran masih dalam proses mutasi antara satu SKPD ke SKPD lainnya. Hal tersebut disebabkan, pada Tahun Anggaran 2014 lalu, ada proses pengadaan mobdin baru yang diperuntukan Pimpinan Dewan dan Sekretaris Dewan. Sementara, beberapa kendaraan exs wakil rakyat, yang mayoritas berjenis Toyota Inova, dikembali lagi ke pengelola aset daerah. “Beberapa diantaranya ada yang dipergunakan SKPD. Termasuk yang sekarang ini dipergunakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Sedangkan bekas kendaraan milik asisten tersebut, dimutasi ke Bakesbangpol. Itu persoalannya sehingga masih dipasang plat nomor sama,” jelasnya pada wartawan.

Terkait proses mutasi sendiri, lanjut dia, tentu membutuhkan waktu. Sebab masing-masing SKPD akan mengajukan permohonan mutasi menyesuaikan kode digit masing-masing SKPD ke Sistem Administrasi Pelayanan Satu Atap (Samsat), UPT, Dinas Pendapatan Provinsi. “Setelah proses tersebut kelar, plat nomor pasti akan menyesuaikan dan tidak akan mungkin terjadi kesamaan,” pungkasnya. (yun).

Related posts