Waspadai Serangan Penyakit, Saat Musim Penghujan

Hujan

Pacitannews-Seiring tingginya intensitas curah hujan, masyarakat hendaknya lebih waspada. Apalagi, setiap musim penghujan, kerap mewabah penyakit diare, infeksi saluran pernapasan (ispa) dan DBD (demam berdarah dengue). Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan, Kabupaten Pacitan, Suryono, mengatakan, setiap tahun, jumlah penderita penyakit diare hampir mencapai lima ribu orang. Sementara, penyakit ispa nyaris menyentuh angka empat ribu penderita. Sedangkan DBD hanya 235 orang. “Ketiga penyakit tersebut sangat mudah menular,” katanya, Kamis (11/12).

Diare, kata Suryono, dapat menular ketika seseorang tidak mencuci tangan menggunakan sabun serta mengesampingkan perilaku hidup sehat pasca menyentuh penderita. Pada penyakit ispa, penularan bakteri terjadi melalui droplet atau percikan ludah penderita. “Secara garis besar, ISPA dibedakan menjadi common cold, pemicunya adalah virus rhinovirus, respiratory syncytial virus, adenovirus dan influenza yang dipicu oleh virus influenza dengan berbagai tipe,” jelasnya.

Penyakit ini sering muncul pada musim pancaroba akibat sirkulasi virus di udara yang meningkat. Selain itu, perubahan udara dari panas ke dingin seringkali memperlemah daya tahan tubuh seseorang. Akibatnya, mereka pun menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini. Mengenai gejala, sangat bervariasi. Mulai dari demam, nyeri tenggorokan, pilek dan hidung mampet, batuk kering dan gatal, batuk berdahak, dan bahkan bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia (radang paru) dengan gejala sesak napas. “Umumnya, influenza dikaitkan dengan gejala yang lebih berat dan lama, serta lebih sering menimbulkan komplikasi pneumonia. Pada bayi, bisa pula timbul bronkhiolitis (radang di saluran pernapasan halus di paru-paru) dengan gejala sesak dan napas berbunyi ngik-ngik,” lanjut Suryono.

Selain itu, bisa pula terjadi laryngitis (peradangan pada daerah laring atau dekat pita suara) yang menimbulkan croup dengan gejala sesak saat menarik napas dan batuk menggonggong (barking cough). Suryono menegaskan, virus penyebab ISPA sangat menular. Penularannya bisa terjadi akibat menghirup droplet atau percikan lendir yang dikeluarkan penderita ISPA. “Jadi, selalu biasakan anak untuk menutup mulut dan hidungnya saat batuk dan pilek,” tutupnya. (yun).

Related posts