Universitas Surakarta Gelar Seminar Anti Korupsi, Undang KPK

IMG 0012

Surakarta – Guna mendalami Tindak Pidana Korupsi sebagai bagian dari realisasi kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fakultas Hukum Universitas Surakarta kembali gelar seminar bertema Generasi Muda Pelopor Anti Korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen yang mempunyai tugas dan fungsi pencegahan serta penindakan terkait korupsi di lingkungan hukum dan pemerintahan.

Seperti kita ketahuin korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang telah memasuki berbagai sendi dan tatanan kehidupan. Dampak kejahatan korupsi itu secara langsung merusak tatanan kehidupan

bernegara, dan menyebabkan jutaan masyarakat merasakan dampak luar biasa. Hingga Universitas Surakarta yang bekerjasama dengan KPK menyelenggarakan seminat ini.

Seminar tersebut juga dihadiri Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jateng Prof Dr Brodjo Sudjono. Beliau memaparkan anak muda mulai bangkit untuk menjadikan gerakan anti korupsi sebagai gerakan solodaritas sosial.

“Gerakan anti korupsi yang dimulai dari anak muda, karena menurut beliau anak muda yang akan meneruskan, menurutnya dari anak muda masa depan bangsa bisa dilanjutkan”, papar Dewan Pembina Kampus Bumi Bengawan (13/12/2014).

Ditempat yang sama dosen pengampu di universitas surakarta fakultas hukum Asri Agustiwi, SH, MH yang lebih akrab di sama Bu Tiwi tersebut menjelaskan melalui seminar ini ingin mengajak seluruh generasi muda untuk lebih bisa menjadi lebih baik dari segala aspek. Tiwi berharap dapat memberikan kontribusi yang positif kepada generasi muda.

“Generasi muda agar leebih rentan dengan korupsi, narkotika dan segala kejahatan” papar Tiwi disela-sela seminar berlangsung.

Dian Rahmawati Direktorat Fungsi Pendidikan & pelayanan KPK selaku pembicara juga memberikan materi mengenai Tindak Pidana Korupsi dari sudut pandang akademisi yang dikaitkan dengan fenomena undang-undang yang saat ini berlaku serta akan berlaku yang berpengaruh terhadap upaya pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seminar yang di hadiri oleh lebih dari dua ratusan peserta tersebut tak hanya acara tanya jawab saja, namun didalamnya juga terdapat stand buku tentang fakultas hukum buku-buku tersebut berasal dari mahasiswa hukum yang sengaja di beli dan di pamerkan untuk kemudian di perjualkan lagi, di bandrol berkisar antara 50 sampai 180 ribu perbuahnya, Mutia surya widikdo mahasiswi semester 1 fakultas hukum menjelaskan bahwa buku yang di jual ini agar pembaca mengenal lebih tentang hukum.#Gilang

Related posts