Sejumlah TPS Sering Over Load, DCKTB tambah container sampah.

TPS Pacitan Overload

Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) diwilayah kota, acap kali mengalami over load. Dari 13 lokasi TPS, dua diantaranya sering membuat pusing petugas kebersihan. Kedua lokasi TPS tersebut satu diantaranya di sebelah Barat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, serta Pasar Arjowinangun. Kasie Kebersihan, Bidang Kebersihan, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTB) setempat, Salimin, mengatakan, dari standar ketersediaan tiga container, rata-rata didua TPS tersebut bisa bertambah hingga lima container. Hal tersebut dikarenakan, melimpahnya volume sampah melebihi kapasitas. Persoalan itu dipicu, pembuangan sampah dari lokasi lain. Sebagai contoh TPS Pasar Arjowinangun, yang juga menampung pembuangan sampah dari Desa Menadi. “Sementara di TPS TMP, juga menampung pembuangan sampah dari Kelurahan Sidoharjo. Ditambah lagi pada saat ada event-event tertentu di alun-alun. Biasanya volume sampah akan meningkat,” katanya, Selasa (23/12).

Menurut Salimin, kedua TPS tersebut, rata-rata berkapasitas 21 meter kubik. Sementara setiap satu container, berkapasitas sekitar 7 meter kubik. “Sehingga standarnya setiap TPS itu ada 3 container sampah. Namun pada kondisi tertentu, harus disediakan hingga 5 container, mengingat terjadinya over kapasitas,” jelasnya pada awak media, kemarin.

Lebih lanjut, Salimin, mengungkapkan, hingga detik ini, DCKTB telah menyediakan 22 container yang tersebar disejumlah TPS diwilayah kota. Diantaranya TPS TMP dengan 3 container, TPS Arjowinangun dengan 2 container, TPS Baleharjo dengan 3 container, TPS Terminal Bus, dengan 1 container, TPS Pasar Kelapa dengan 1 container, TPS RPH dengan 1 container, TPS Pantai Pancer Door dengan 2 container, TPS Teleng Ria dengan 1 container, TPS Gedung Yabbi dengan 1 container, TPS Goa Gong, 1 container, TPS Sirnoboyo dengan 1 container, TPS SMA satu container, dan TPS Perumnas Bangunsari, dengan 1 container. “Penyediaan jumlah container tersebut disesuaikan dengan volume sampah yang ada dimasing-masing TPS,” terangnya, pada awak media.

Sementara itu, Salimin menerangkan, secara akumulatif, volume pembuangan sampah di TPA Tamperan, rata-rata sekitar 107 meter kubik setiap harinya. Volume puncak biasanya terjadi pada hari-hari tertentu saat ada moment kegiatan. Namun pada bulan-bulan baik, dimana banyak warga menggelar hajatan, hampir bisa dipastikan volume sampah akan meningkat. Misalnya saja pada Bulan Februar, volume sampah bisa mencapai 2.550,5 meter kubik. “Sedangkan pada akhir November lalu sampai 3.057 meter kubik,” sebutnya.

Selain karena banyaknya hajatan, meningkatnya volume sampah di TPA juga dikarenakan adanya migrasi pembuangan sampah dari kecamtan lain. Misalnya dari Kecamatan Arjosari, Pringkuku, Donorojo, Tulakan, serta Ngadirojo. “Kita sudah mengantisipasi dengan perluasan lokasi pembuangan sampah di TPA,” tutupnya. (yun).

Related posts