Hari Diabetes Sedunia, Gelar Jalan Sehat dan Senam di Halaman Balaikota Surakarta

Loading...

 

Surakarta – Mungkin masih banyak beberapa masyarakat yang mengetahui bahwa tanggal 14 November merupakan Hari Diabetes Sedunia. Sejak 1991 setiap tahun, International Diabetes Federation (IDF) dan WHO telah menetapkan tanggal 14 Nopember sebagai Hari Diabetes. Tuju tahun silam yakni tahun 2007, hari diabetes ini resmi digunakan PBB sebagai hari sedunia. Dimana tanggal ini dipilih untuk memperingati hari kelahiran dokter Frederick Banting, salah seorang penemu Insulin yang telah menyelamatkan hidup jutaan penderita diabetes di seluruh dunia.

Sesuai tema yang diangkat dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia tahun ini, warga Solo raya khususnya masyarakat Surakarta, dan Pemkot Surakarta bekerjasama dengan RSUD dr. Moewardi memperingati Program Hari Diabetes Nasioanal dengan mengadakan acara jalan sehat dan senam bersama dengan tema ‘Diabetes” yang di gelar di halaman RSUD dr. Moewardi hingga halaman balaikota Surakarta.

Acara jalan sehat dimulai pukul 06.00 Wib di halam RSUD dengan rute Jalan Kol. Sutarto menuju perempatan hotel Asia kemudian ke arah Selatan melintasi Jalan Urip Sumoharjo depan Pasar Gedhe hingga menuju ke kalaman Balaikota Surakarta. Kemudian acara jalan sehat dilanjut dengan senam bersama. Para peserta yang sekiranya berjumlah ratusan sangat berantusias menkampanyekan program pemkot surakarta tersebut.

Dr. Sugiarto sebagai ketua panitia menuturkan acara dibuka oleh Direktur RSUD Moewardi Drg. Rachmat Basoeki Soetardjo MMR dan Wali kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

“Acara dibuka dengan pelepasan 250 balon udara juga sepasang merpati, melambangkan seorang penderita diabetes bebas bisa terbang kemana-mana” terang Sugiarto disela-sela acara berlangsung.

Sugiarto berharap masyarakat untuk lebih mengenal diabetes, penyakit yang memerlukan pengobatan hingga seumur hidup tidak boleh ditakuti. Pasalnya masyarakat banyak yang takut akan diabetes. Sugiarto juga mengajak masyarakat pnederita diabetes untuk lebih bersyukur bisa hidup sehat sehingga penyakit komplikasi bisa di hindari. Imbuh Sugiarto.

Kampanye ini tersebut bertujuan untuk mendidik, melibatkan, dan mendukung generasi muda dan masyarakat luas akan upaya pencegahan dan penanganan diabetes.

Upaya pencegahan dapat dikakukan diantaranya melalui pemberian edukasi pada masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan risiko dan tanda dini adanya diabetes akan meningkat. Dibarengi dengan perubahan pola hidup akan menurunkan resiko terkena diabetes yang pada gilirannya akan menyelamatkan generasi mendatang men diagnosa lebih dini sehingga tidak menimbulkan komplikasi.#Gilang

loading...

Related posts

Leave a Comment