Termometer Digital Pilihan Aman dan Akurat Untuk Mengukur Suhu Tubuh

Jika anda atau buah hati anda panas maka alat yang digunakan untuk mengukur suhu badan adalah Thermometer. Dahulu orang menggunakan thermometer analog dengan isi air raksa namun karena perkembangan jaman saat ini sudah ada thermometer digital dengan akurasi yang tinggi. Termometer digital merupakan pilihan terbaik jika anda menginginkan termometer untuk seluruh anggota keluarga. Termometer digital saat ini sudah sangat sering digunakan baik oleh medis maupun digunakan secara personal oleh masyarakat, karena cara penggunaannya relatif jauh lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan termometer air raksa. Selain itu termometer digital memiliki keunggulan lainnya yaitu lebih aman penggunaannya dan tingkat akurasinya lebih tinggi karena dapat memperlihatkan hasil pengukuran sampai desimal secara visual. Jadi dengan menggunakan termometer digital ini selain praktis juga akan mendapatkan hasil pengukuran yang sangat tepat dan cepat.
Cara paling akurat untuk mengukur suhu tubuh anak-anak adalah dengan menggunakan termometer digital yang dimasukkan ke dalam rectal atau mulut, sedangkan untuk bayi paling baik jika dimasukkan ke dalam rectal. Akan tetapi anda harus berhati – hati jika anda bermaksud untuk menggunakannya di rectal, sebaiknya menggunkan dua termometer digital dan beri label pada keduanya untuk membedakan mana yang digunakan untuk rectal dan mana yang untuk mulut, jangan sekali-kali menggunakan satu termometer untuk kedua tempat tersebut.
Harga thermometer digital saat ini cukup murah dan cukup terjangkau, disampaing itu model dan bentuknya bermacam – macam bahkan ada thermometer untuk anak – anak yang bentuknya jelas pasti lucu dan menggemaskan. Untuk menggunakannyapun juga sangat mudah. Untuk menggunakannnya bisa diletakkan di Rongga Mulut, Ketiak, Rektal/anus. Setiap kali selesai digunakan, sebaiknya Thermometer dibersihkan ujung termometer dengan menghapusnya dengan alcohol atau sabun dan air hangat. Untuk alasan keamanan, jangan biarkan anak anda sendirian ketika sedang diukur suhu tubuhnya. Metode yang dipilih dalam mengukur suhu tubuh anak sangat ditentukan oleh usia dan seberapa kooperatif anak. Apabila berumur kurang dari tiga bulan, misalnya, lebih akurat bila diukur menggunakan termometer digital.
Ketika berusia tiga bulan sampai dengan empat tahun, dapat dipilih termometer anak digital. Termometer digital juga dapat dipakai untuk mengukur suhu di ketiak. Setelah anak berusia lebih dari empat tahun, termometer digital menjadi pilihan untuk mengukur suhu di dalam rongga mulut.
Namun, jika anak batuk berulang atau bernapas melalui mulut (akibat selesma yang menyumbat hidung), pengukuran suhu rongga mulut tidak lagi efektif. Gantinya ukur suhu ketiak atau rektum dengan termometer digital. Sebelum mengukur termperatur rektal, lumasi ujung termometer dengan jelly yang larut air (bukan petroleum jelly seperti vaselin). Baringkan anak di pangkuan atau diatas tempat yang rata dan agak keras.
Untuk mengukur temperatur di dalam rongga mulut (oral), bila anak baru saja minum atau makan, tunggu 20 – 30 menit. Pastikan tidak ada makanan, permen, di dalam mulutnya. Letakkan ujung termometer di bawah lidah, minta anak untuk mengatupkan bibirnya di sekeliling termometer. Ingatkan dia untuk tidak menggigit atau berbicara saat ada termometer di dalam mulut.
Saat mengukur temperatur di ketiak, termometer harus menyentuh kulit, bukannya baju. Yang harus diingat, apa pun metodenya, ingat pantangannya yaitu jangan mengukur suhu tubuh segera setelah anak mandi atau ketika ia tengah dibedong, karena akan mempengaruhi hasil pengukuran.

Tentang Termometer Digital
Disebut termometer digital karena langsung menunjukkan suhu tubuh dalam bentuk angka digital sebagai penunjuk suhu tidak sebagimana pada temometer menggunakan cairan atau air raksa. Termometer ini menggunakan sensor panas elektrik untuk mengukur suhu tubuh.

Prinsip Kerja Termometer Digital
Termometer digital, biasanya menggunakan termokopel sebagai sensornya untuk membaca perubahan nilai tahanan. Secara sederhana termokopel berupa dua buah kabel dari jenis logam yg berbeda yang ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan (dilas). Titik penyatuan ini disebut hot junction. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan antara tegangan (volt) dengan temperatur. Setiap jenis logam pada temperatur tertentu memiliki tegangan tertentu pula. Pada temperatur yang sama, logam a memiliki tegangan yang berbeda dengan logam b, terjadilah beda tegangan (kecil sekali, milivolt) yang dapat dideteksi. Jadi dari input temperatur lingkungan setelah melalui termokopel terdeteksi sebagai perbedaan tegangan (volt). Beda tegangan ini kemudian dikonversikan kembali nilai arusnya melalui pengkomparasian dengan nilai acuan dan nilai offset di bagian komparator, fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan amper ke dalam satuan volt kemudian dijadikan besaran temperatur yang ditampilkan melalui layar/monitor berupa seven segmen yang menunjukkan temperatur yang dideteksi oleh termokopel.

Related posts