Nuzulul Qur’an Sarana Kebersamaan – Ustadz Wijayanto

Nuzulul Qur’an diperingati hanya di Indonesia saja. Di neagara lain nyaris tidak ada. Memang tidak ada tuntunannya namun seorang manusia dihargai karena ingatanya maka kita semua perlu diingatkan. Nuzulul Qur’ah hanyalah momentum untuk mengingatkan manusia agar selalu ingat Al qur’an sebagai manual book hidup didunia. Didalam Al Qur’an misalnya disebutkan sebagai penghalang utama yang dapat menghalangi amalan ramadhan kita menuju ke Allah yaitu seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya. Orang tua ada tiga satu orang tua kandung, mertua dan yang ke tiga adalah pimpinan kita. Kalau seorang anak tidak sholeh maka itu akan menjadi penghalang amalan kita sampai kepada Allah. Yang kedua adalah seorang istri yang suka membuat jengkel hati suaminya dan seorang suami yang suka menyakiti hati istrinya dan yang ketiga adalah orang-orang yang suka bertengkar, mereka saling mengejek salaing tawuran, saling mendendam. Perbuatan yang seperti itu Allah tidak akan menerima, Allah tidak akan menghitung amal kebaikan mereka. perbuatan yang seperti itu akan membuat kita jauh dari Allah, jauh dari surga tetapi sangat dekat dengan neraka karena sesungguhnya di dalam agama tidak mengajarkan hal-hal yang seperti itu.
Ustadz Wjayanto yang menyisipkan aspek psikologis pada ceramahnya dengan memijit orang disebelahnya secara bergantian ingin mengisyaratkan bahwa sapapun tidak ada bedaya dimuka Allah, yang membedakan hanyalah derajad ketaqwaannya saja. Allah menghadirkan bulan puasa ini supaya kita bisa berbakti kepada orang tua, menjalin silaturahmi dengan sesama dan berbagi kepada orang lain. Menurut ustad Wijayanto yang sering muncul dilayar kaca di dalam puasa kita tidak di ajarkan untuk egois. Apa gunanya kita berpuasa kalau kita tidak peduli dengan orang lain, kita masih egois. Itu hanya akan menyia-nyiakan pahala puasa kita. kita hanya akan mendapat lapar dan haus saja. Seorang sahabat datang kepada Rasulullah dan bertanya “Ya Rasul, siapakanyang paling mulia di hidup saya, jawab Rasululah ibu, ibu, ibu, yang terakhir adalah bapak. Maka jangan sekali-kali kamu berani kepada ibu, karena sesungguhnya surga ada di bawah telapak kaki ibu. dan orang yang bergantung hidupnya kepada Al Qur’an maka hidup mereka akan tenang. Maka mumpung masih dalam suasana bulan ramadhan perbaiki puasa kita, jangan sampai kitaberpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa dari puasa kita. Banyak orang orang di luar sana yang berpuasa tetapi hanya mendapat lapar dan haus. Maka yang paling penting adalah menjaga puasa kita agar sesuai Al Qur’an. #Eka

Related posts