MTA Perwakilan Sidoarjo Mendukung Penutupan Dolly

Dolly nama yang tentunya tidak asing bagi pelaku mashiyat, sebuah komplek Prostitusi yang tumbuh ditengah-tengah masyarakat Surabaya yang merupakan sumber Pekat (penyakit masyarakat). Konon Doly juga merupakan lokalisasi terbesar se Asia Tenggara. Zina, miras, dan judi berbaur menjadi satu yang dianggap sepele bagi sebagian orang. Namun, bagi ummat muslim perbuatan itu menyebabkan dosa besar yang akan mendapatan adzab dari Allah. Alasan ekonomilah yang dijadikan alasan utama untuk membenarkan tindakannya sebagai PSK melakukan mashiyat.
Langkah walikota Surabaya Risma yang mempunyai nama lengkap Tri Rismaharini untuk menutup lokalisasi Dolly memerlukan proses yang panjang, karena ada sebagian warga yang menolak ditutupnya lokalisasi tersebut. Namun demikian banyak pula ORMAS yang mendukung keputusan walikota Surabaya tersebut, dengan menggelar aksi damai untuk memberikan dukungan / kekuatan mental dalam menghadapi protes para pelaku mashiyatini.
Termasuk MTA (Majlis Tafsir Al-Qur’an) melalui Perwakilannya yang di Sidoarjo, Jawa Timur juga menggelar aksi damai dalam memberikan dukungan atas keputusan walikota Surabaya. Ketegaran Risma seorang wanita yang menjabat walikota Surabaya ini layak diacungi jempol. Bagaimana dia dengan tegas dan langkah berani melawan kemashiyatan dan mempertaruhkan jiwa raganya, bahkan sempat pula berpesan kepada keluarganya untuk mengikhlaskan dirinya menghadapai segala kemungkinan yang terjadi sebagai akibat dari keputusan yang telah diaambil dalam rangka membebas kankota Surabaya dari penyakit masyarakat ini.
Sebagai seorang pemimpin, sosok Risma terkenal keseantero dunia karena prestasi yang diraihnya. Dan kebijakan-kebijakan yang dihasilkan banyak meraih simpati dari berbagai pihak, dan kumandang perangnya dalam memberantas mashiyat bukan berdasar pada arogansi sebagai pemimpin, namun karena keprihatinannya terhadap dampak dari maraknya penyakit masyarakat ini yang telah menjamah generasi muda yang masih dibawah umur, hingga banyak anak–anak muda belia yang terjerembab kedalam lembah kehinaan ini. Inilah wujud keprihatinan seorang ibu terhadap nasib dari generasi muda yang sangat mengkhawatirkan.
Hal senada juga disampaikan oleh pimpinan pusat MTA Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina, bahwa MTA sangat mendukung ditutupnya lokalisasi Dolly, dan beliau juga berharap tempat-tempat sejenis yang dijadikan sarang pelaku mashiyat di manasaja juga ditutup dan dibubarkan. Sebagai wujud dari keprihatinan terhadap maraknya tempat mashiyat belakangan ini. Al-Ustadz menghimbau kepada semua elemen masyarakat dan lembaga dakwah Islamiyah untuk bersatupadu dalam melakukan perbaikan moral dan akhlaq anak bangsa, hingga akan memunculkan generasi muda yang berakhlaq mulia dan terpuji. Dan sikap dari walikota Surabaya ini hendaklah dijadikan pilot project bagi Kepala Daerah yang lain dalam rangka memberantas maraknya penyakit masyarakat diwilayahnya masing-masing. Dengan demikian akan terciptalah lingkungan yang benar-benar menjadikan masyarakat bisa hidup nyaman dan tenteram.

Related posts