Harga Camilan dan Sayuran Naik Jelang Lebaran di Solo

Solo – Memasuki H-2 lebaran harga cemilan semakin meroket. Di pasar, rata-rata cemilan naik mencapai 50 persen. Terutama, kue kering, keripik, mete, emping, usus, sirup dan makanan sajian lebaran lainya, Di pasar Gede solo. menyatakan selama Bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 H penjualan makanan dan minuman meningkat sangat tajam.

“Peningkatan 30-40 persen penjualannya. Bahkan ada yang naik sampai 50-100 persen. Contohnya produk yang sifatnya manis seperti sirup, nata de coco biskuit yang untuk buka puasa,” yang sebelumnya harga sebelumnya hanya Rp 46.000 sekarang naik menjadi Rp 65.000 per botolnya, ucap Sri Lestari (55) di pasar Gede Harjonagoro, Solo.

Padahal awalnya untuk keripik kulit ceker mulanya seharga Rp 130.000 per kilogram kini meroket hingga Rp. 150.000. Tutur ibu yang telah berjualan sejak 30 Tahun yang lalu.

Sementara itu menurut salah satu pedagang camilan lain Fitri (31) di pasar itu, lonjakan harga makanan kebutuhan lebaran ini memang selalu terjadi menjelang Idul Fitri. Pasalnya hal itu berdasarkan permintaan konsumen yang juga bertambah tatkala untuk sajian hari raya Idul Fitri Nanti.

 

Hal serupa juga di rasakan pedagang sayur Ngatiyem (50) yang mengalami kenaikan harga, namun berbeda dengan camilan yang naik hingga 50 persen. Harga sayuran hanya naik 10 sampai 15 persen perkilonya. Hal itu disebabkan karena, Pedagang sayur di pusat sudah libur Lebaran, sehingga sayuran seperti cabai dan bawang susah didapat. Sementara itu, salah satu pedagang buah mengatakan harga buah sejak awal bulan Ramadhan masih stabil.

Lonjakan harga tersebut diprediksi akan terus mengalami kenaikan hingga hari Lebaran. Kenaikan camilan untuk sajian lebaran ini, agaknya mulai dikeluhkan oleh beberapa pembeli. Sehingga, diharapkan pemerintah segera mengontrol harga-harga kebutuhan Camilan, sayur dan buah hingga Lebaran nanti. #Gilang&Wahyu

Related posts