Terapkan sistem pengawasan silang Pada Ujian SD

Selama 3 hari mulai tanggal 19 sampai 21 Mei 2014, siswa-siswi SD dan sederajat mengikuti ujian sekolah. Mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IP. Hasil ujian sekolah menjadi salah satu bahan dasar pertimbangan kelulusan siswa.

Bukan hanya nilai hasil US yang menjadi acuan kelulusan siswa, namun juga nilai mata pelajaran lain dan presentase kehadiran siswa juga ikut menjadi bagian dalam pertimbangan menentukan standar yang ada selama ini.

Pengawasan pada pelaksanaan US sama seperti UN, menggunakan sistem pengawasan silang. Untuk menghindari ujian sekolah dari kecurangan seperti kebocoran soal. Pengawas silang hanya sebatas mengawasi pelaksanaan ujian sekolah dari luar ruang ujian. “Dalam pelaksanaannya, guru kelas enam ini akan disilang dengan guru lain yang ada di kecamatan berbeda. Jumlahnya, menyesuaikan dengan ruang ujian yang ada” papar Ngatinah, S.Pd selaiku kepala sekolah SD di Karanganyar.

Ujian Sekolah yang merupakan ujian akhir tingkat SD pengganti Ujian Nasional (UN)
yang telah dihapus, diserahkan kepada dinas pendidikan di tingkat provinsi. Kementrian hanya meminta 25 persen soal dibuat oleh pusat sebagau acuan pemetaan nasional. Naskah soal ujian sekolah untuk tiga pelajaran itu dibuat oleh dispendik provinsi. Naskah soal ujian di luar tiga pelajaran itu dibuat oleh masing-masing sekolah atau kelompok sekolah. #Gilang – karysmafm.com

Related posts

Comments are closed.