Setelah 22 Tahun, Tugu Monas mulai ‘dimandikan’

Jakarta – Tugu Monumen Nasional yang dibangun mulai 17 Agustus 1961 akan ‘dimandikan’ mulai hari ini. Pembersihan seluruh tubuh Monas termasuk puncak berbalut emas dilakukan dengan teknologi tinggi dari tim Kaercher dari Jerman berkerja sama dengan tim dari Indonesia.

“Besok Tim Kaercher akan mulai tahap pertama pembersihan Monas yang dimulai dari bagian bawah Monas dan lingkungan sekelilingnya. Kaercher akan menggunakan produk Kaercher yang dapat menghasilkan air panas dengan tekanan tinggi,” demikian pernyataan Kaercher Indonesia dalam akun Facebooknya, Minggu (4/5) kemarin. Kaercher adalah perusahaan dunia yang bergerak dalam bidang teknologi dan peralatan pembersihan.

Tugu Monas tercatat sudah selama 22 tahun tidak pernah ‘dimandikan’. Terakhir, Monas dibersihkan pada 1992.

“Terakhir tugu Monas dibersihkan tahun 92. Itu kan susah marmernya dibersihkan, jadi harus hati-hati. Terakhir ada lembaga dari Jerman mencoba bersihkan pakai tali dengan semprotan air panas, tapi dia baru mencoba belum dibersihkan semua. Memang sudah kusam banyak debu yang menempel di leher tugu,” kata Kasubag Tata Usaha Monas Sri Yanti saat berbincang dengan merdeka.com di Monas, Jakarta, belum lama ini.

Keprihatinan bukan hanya lantaran jarang dibersihkan, bahkan hujan asam yang sering menerpa emas Monas sering membuat emasnya rontok.

“Emas Monas memang banyak yang rontok, butiran seperti pasir sering berjatuhan. Tak ada yang bisa kami lakukan selain penambahan emas lagi. Apalagi emasnya bukan emas yang biasa,” ujar Yanti prihatin.

Untuk itu pihaknya terus mendorong agar dinas pariwisata dan pemprov DKI bisa melakukan penambahan emas. Namun lagi-lagi saran ini dihiraukan.

“Terakhir penambahan emas tahun 95. Kami sudah melakukan pengajuan penambahan emas ke dinas terkait, tapi belum ada tanggapan lagi,” tutupnya sedih.

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Soekarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Source:merdeka.com

Related posts