Rencana Pemkab Bangun Museum SBY

PACITAN– Niat pemkab membangun Museum SBY di Pacitan tampaknya masih jauh panggang dari api. Sebab, pemerintah yang diwakili Direktorat Jenderal Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud masih menimbang permintaan pemkab untuk dibangunkan museum yang didanai pusat.

’’Proposal memang sudah masuk. Tetapi, kami masih belum mengkaji proposal itu,’’ ujar Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto kepadaJawa Pos Radar Pacitan.

Menurut dia, pemkab masih gamang menentukan lokasi museum tersebut. Sesuai dengan pemaparan beberapa waktu lalu, pemkab memberikan tiga alternatif lokasi. Yakni, kawasan Pancer Door, gelanggang olahraga (GOR), serta landasan udara. ’’Tahun ini kami hanya memfokuskan pembangunan museum yang sifatnya khusus bukan umum. Contohnya, Museum SBY,’’ terangnya.

Harry menambahkan, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah pengelolaannya kelak. Apabila diserahkan kepada pemkab, lanjut dia, anggaran harus disusun terperinci. Termasuk pendanaan terkait dengan pemeliharaan dan penataan kawasan museum. Pihaknya tidak ingin museum yang bakal dibangun akanmuspro.Misalnya, Museum Buwonokeling di Kecamatan Punung. ’’Pemasukan, pemanfaatan, dan pemeliharaannya nanti juga menjadi pertimbangan. Saya lihat pemkab masih belum bisa memikirkan hal itu karena keterbatasan anggaran. Sebab, kalau nanti sudah dibangun, semuanya menjadi tanggung jawab daerah, bukan pusat lagi,’’ katanya.

Harry menjelaskan, pembangunan Museum SBY tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap pengabdian Susilo Bambang Yudhoyono selama menjabat sebagai presiden dua periode. ’’Rencana pembangunan itu memang sudah ada. Tetapi, semuanya menunggu waktu yang tepat. Soalnya, kami masih mengurusi pembangunan Museum Sangiran,’’ tuturnya.

Diketahui, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan Pacitan sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan Museum SBY di kawasan Pantai Pancer Door. Lahan seluas tujuh hektare tersebut secara yuridis merupakan aset pemkab. Padahal, bangunan museum dan fasilitas penunjangnya itu hanya membutuhkan lahan kurang lebih dua hektare. Source:jawapos.com

Related posts