Pembangunan Model elearning PJJ APTIKOM

Jum’at 16 Mei 2014 Para Profesor yang tergabung dalam wadah APTIKOM – Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer berkumpul di AMIKOM Yogyakarta untuk melanjutkan agenda pembangunan model elearning PJJ Indonesia. Perguruan Tinggi yang diperkenankan untuk menyelenggarakan PJJ adalah Program Studi yang syarat utamanya adalah berakreditasu B. Dari sekian prodi ilmu komputer di Indonesia yang memiliki akreitasi ada sekitar 25 prodi baik negeri maupun swasta. Namun dari sekian yang teraktreditasi hanya sekitar 6 kampus yang siap menjalankan PJJ diantaranya adalah UGM, UAJY, AMIKOM Yogyakarta, UI, ITB, ITS, USU, Universitas Gunadarma, UBINUS, UII. Dan dari sekian kampus yang batch 1 ini siap untuk menjalankan program adalah UAJY dan AMIKOM Yogyakarta. Didalam sistem perkuliahannya, PJJ juga akan memberlakukan kredit transfer dan kredit learning. Model PJJ bukan Kelas jauh kata Prof Richardus Eko Indrajit yang merupakan penggagas awal PJJ memaparkan, kalau langkah ini tidak ditempuh maka akan banyak Perguruan Tinggi ilmu komputer di Indonesia Timur sudah bisa dipastikan akan tutup karena minimnya dosen yang berpendidikan S2. Profesor ilmu komputer yang menyandang S3 2 kampus dan S2 lebih dari 5 ini juga memaparkan bahwa pilot projek awal sudah dijalani 1 semester yang waktunya ternyata sampai molor 1 tahun. Hal ini masih dikarenakan pembangunan awal yang masih mencari model terbaik. Masalah yang ditemui dilapangan adalah Hosting, BandWidht, Aplikasi, Vicon. Bahkan terkadang attitude mahasiswa yang sebenarnya adalah dosen ilmu komputer masih kurang antusiasnya, sebagai contoh bingungnya seorang mahasiswa karena gagalnya login kedalam sistem. Eko Indrajit yang juga Ketua Umum APTIKOM yang sudah 2 periode ini mengharapkan mahasiswa mempunyai inisiatif untuk belajar dan menyelesaikan studi PJJ ini dengan cepat. #Bambang – karysmafm.com

Related posts